Antisipasi Musim Hujan, Semarang Prioritaskan Pengerukkan Sedimentasi Sungai

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Pengoptimalan rumah pompa pun dilakukan. Saat ini, ada sebanyak 43 rumah pompa dengan 78 mesin, yang tersebar di berbagai wilayah rawan banjir di Kota Semarang. Pihaknya berharap dengan adanya rumah pompa tersebut, dapat mengantisipasi jika terjadi hujan deras dan berpotensi menyebabkan banjir.

“Kita juga minta kerja sama seluruh pihak, termasuk dari masyarakat, untuk tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air, agar saat terjadi hujan deras, aliran air bisa lancar dan tidak terhambat sampah yang bisa menyebabkan sungai meluap,” tandasnya.

Terpisah, Kepala BMKG Ahmad Yani Semarang, Achadi Subarkah Raharjo juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada, terkait perubahan cuaca.

Dipaparkan, berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer, menunjukkan masih adanya shear line (belokan angin) dan konvergensi akibat sirkulasi siklonik di Laut China Selatan dan barat laut Benua Australia.

“Imbasnya, fenomena tersebut menyebabkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah Jateng menjadi tinggi, kita perkirakan mulai dari ini (Rabu-red) hingga 1 Januari 2021 mendatang, dengan potensi masa udara yang labil serta kelembaban udara yang cukup tinggi, dapat menyebabkan cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang,” paparnya.

Dipaparkan, untuk tanggal 30 Desember 2020, potensi cuaca ekstrem akan terjadi di Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Semarang, Salatiga, Boyolali, Sukoharjo, Sragen, Karanganyar, Surakarta, Demak, Jepara, Kudus, Purwodadi, Blora, Cepu, Karimunjawa dan sekitarnya.

Lihat juga...