Antisipasi Peningkatan COVID-19, Fasum di Makassar Ditutup Sementara

Pamflet atau flyer elektronik Pemerintah Kota Makassar, terkait Surat Edaran Wali Kota Makassar mengenai penutupan maupun pembatasan jam operasional tempat usaha maupun hiburan menjelang Natal dan Tahun Baru 2021 – Foto Ant

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, mulai menutup sementara sejumlah Fasilitas Umum (Fasum), menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2021. Penerapannya untuk membantu mengantisipasi adanya peningkatan penularan COVID-19.

Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan, penutupan sementara fasum tersebut, telah disosialisasikan kepada masyarakat. “Penutupan ini hanya sementara waktu, dan kita akan terus pantau situasi, kondisi dan perkembangannya. Penutupan dilakukan karena adanya peningkatan penularan COVID-19,” ujarnya, Rabu (23/12/2020).

Penutupan fasum itu sesuai dengan surat edaran, yang telah dikeluarkannya mengenai pengaturan berbagai kegiatan menjelang natal dan tahun baru (Nataru). Fasum yang ditutup itu antara lain, ikon Kota Makassar yakni Pantai Losari, Lego-Lego, Pantai Akkarena, kawasan kuliner Kanrerong, Tanjung Bayam, Tanjung Merdeka, Kawasan Center Point of Indonesia (CPI). “Kita menyesuaikan yang paling banyak dikunjungi oleh warga. Sebagian lainnya itu kita batasi jam operasionalnya. Penutupan akan berlangsung dari 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021,” katanya.

Selain penutupan fasum, pihaknya juga melakukan pembatasan jam operasional untuk kafe, restoran, mal dan warung kopi (warkop). Guru Besar Fakultas Teknik Unhas Makassar itu mengatakan, setelah pemberlakuan jam operasional dilaksanakan, maka Pemkot akan rutin menyisir pusat perbelanjaan atau mal, restoran, dan kafe.

Kebijakan pembatasan jam operasional ini akan berlaku selama 12 hari, dimulai 23 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021. “Kita akan sosialisasikan segera, paling lambat awal pekan depan. Mulai berlaku tanggal 23 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...