Arus Kendaraan Libur Nataru Meningkat, Untungkan Pelaku Usaha Kecil

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Peningkatan arus kendaraan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menguntungkan pelaku usaha kecil.

Haidar, salah satu pedagang makanan dan minuman ringan di akses keluar pelabuhan dan akses masuk menuju Jalan Tol Trans Sumatera menyebut, pengendara kerap berhenti sebelum melanjutkan perjalanan. Dampaknya omzet penjualan mengalami peningkatan.

Sejumlah pedagang makanan dan minuman sebut Haidar, kerap menerapkan pola berpindah tempat. Saat arus libur dominan menuju ke pulau Sumatera, pedagang akan memilih berjualan di arah pintu keluar pelabuhan Bakauheni menuju ke Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Sebaliknya saat libur Nataru berakhir, pedagang akan berjualan di tepi Jalan Lintas Sumatera ke pelabuhan Bakauheni.

Sebagai pelaku usaha kecil ia tergabung dalam Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI). Organisasi yang membawahi sebanyak ratusan pedagang asongan di areal pelabuhan Bakauheni tersebut memberi perlindungan bagi para pedagang.

Saat libur Nataru Haidar menyebut, omzetnya meningkat dua kali lipat. Sebab jumlah pengendara menuju Sumatera meningkat.

“Biasanya sehari bisa menjual puluhan gelas minuman kopi serta makanan ringan, sebagian merupakan makanan untuk oleh-oleh para pedagang yang akan melanjutkan perjalanan. Omzet hanya seratus ribu bisa meningkat menjadi dua ratus ribu per hari,” terang Haidar saat ditemui Cendana News, Selasa (22/12/2020).

Mengais rejeki sebagai pedagang di tepi Jalan Lintas Sumatera, pintu keluar pelabuhan dan pintu masuk jalan tol, Haidar hanya mendapat keuntungan Rp2.000 hingga Rp3.000 untuk setiap barang yang dijual.

Sejumlah kendaraan asal pulau Jawa yang akan menuju Sumatera kerap berhenti untuk istirahat. Peluang tersebut digunakan olehnya untuk menjajakan makanan dan minuman bagi pengendara sebelum melanjutkan perjalanan.

Lihat juga...