Arus Kendaraan Masuk ke Banyumas Meningkat 20 Persen

Editor: Mahadeva

PURWOKERTO – Mendekati libur panjang akhir tahun, arus kendaraan yang masuk ke wilayah Kabupaten Banyumas terpantau mulai mengalami peningkatan hingga 20 persen. Peningkatan tersebut terpantau dari pintu masuk Banyumas bagian barat yang mulai dipadati kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie mengatakan, arus kendaraan masih fluktuatif. Namun, sudah ada peningkatan. Meskipun demikian, antara arus kendaraan yang masuk dan keluar, masih lebih banyak yang keluar. Arus masuk Banyumas masih dikisaran 40 persen dan arus keluar mencapai 60 persen.

Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie di kantornya, Sabtu (26/12/2020). FOTO : Hermiana E.Effendi)

Pengguna kendaraan yang melintas masih didominasi oleh sepeda motor sebanyak 54 persen, kemudian mobil pribadi sekitar 34 persen, bus 4 persen dan angkutan truk 8 persen. “Peningkatan sudah mulai terasa, terlebih pada akhir pekan ini, peningkatannya sampai 20 persen,” kata Agus, Sabtu (26/12/2020).

Agus Nur Hadie mengimbau, para pengendara untuk berhati-hati dan tetap menerapkan protokol kesehatan selama perjalanan. Terkait dengan rapid tes antigen, Dinas Perhubungan Banyumas tidak memiliki anggaran untuk melakukan rapid tes antigen.  Namun, di pintu masuk jembatan timbang Ajibarang, sudah mulai dilakukan rapid test antigen sejak Jumat (25/12/2020) lalu. Rencananya tes akan berlangsung hingga 1 Januari 2021.

Rapid test antigen tersebut diselenggarakan oleh petugas langsung dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat pusat. Rapid test antigen dilakukan secara acak, terhadap pengendara dari luar kota yang melintas di daerah tersebut. Untuk jumlah rapid test antigen berapa, saya kurang paham, karena itu dilakukan langsung oleh Ditjen Perhubungan Darat pusat, kalau kita di sini tidak mempunyai anggaran untuk rapid test antigen,” tuturnya.

Kasi Manajemen Lalu Lintas Dinhub Kabupaten Banyumas, Muhammad Eka mengatakan, meskipun mulai ada peningkatan, namun belum terlalu signifikan. Ia mencontohkan untuk titik counting Ajibarang, rata-rata dalam satu hari tercatat ada lebih dari 20.000 kendaraan yang masuk ke wilayah Banyumas.

Sedangkan untuk kendaraan yang keluar Banyumas dari titik pantau Ajibarang tersebut berkisar 15.000an. Sedangkan untuk titik counting simpang empat Karanglewas dengan waktu yang sama, kendaraan yang masuk yaitu sebanyak 34.826 unit dan yang keluar sebanyak 37.394 unti dengan total 72.220 unit kendaraan.  Dibanding hari biasa, belum ada kenaikan yang signifikan, kita perkirakan kenaikan jumlah kendaraan hanya pada kisaran 2.000 hingga 3.000 per hari,” pungkasnya.

Lihat juga...