Lebaran CDN

Arus Nataru di Pelabuhan Bakauheni Berkah Bagi Penjual Tiket Online

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Sejumlah pemuda menunggu di loket pembelian tiket kendaraan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Bermodalkan telepon pintar berbasis android, Hermansyah, salah satu warga Bakauheni memilih memanfaatkan peluang menjual tiket kapal. Selain gawai yang memadai, ia menyediakan saldo melalui dompet digital.

Dompet digital Link Aja digunakan olehnya karena merupakan salah satu platform pembayaran yang bisa dipergunakan olehnya untuk membeli tiket. Cara kerja jasa pembelian tiket terbilang sederhana karena ia akan menawarkan pengendara yang belum memiliki tiket. Pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) jasa penjualan tiket online kerap disebut dengan istilah asongan tiket.

Para pengasong tiket sebutnya merupakan istilah para penyedia jasa penjualan tiket mobile atau bisa berpindah ke sejumlah lokasi. Cara itu menjadi jenis usaha selain proses penjualan tiket permanen. Lokasi penjualan tiket permanen sebutnya telah dilakukan pada sejumlah toko waralaba. Pelayanan tiket berbasis online sebutnya bisa diakses melalui laman www.ferizy.com dan aplikasi ponsel.

“Kendala yang dihadapi oleh pelaku perjalanan dengan kendaraan sudah tiba di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni namun belum membeli tiket, sementara syarat untuk pemesanan tiket minimal satu jam sebelum keberangkatan agar tidak terburu buru,nah peluang tersebut yang kami gunakan untuk menawarkan jasa pembelian tiket online,” terang Hermansyah saat ditemui Cendana News,Selasa (22/12/2020).

Pengendara yang sudah terlanjur tiba di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, normalnya harus membeli tiket di sejumlah toko. Namun agar tidak harus kembali memutar keluar pelabuhan sebagian pengemudi kendaraan memilih menggunakan jasanya. Pengendara sebutnya bisa memilih untuk membeli tiket kapal reguler dan kapal eksekutif.

Sebagian pengendara mobil, motor yang belum memiliki aplikasi dan tidak memiliki tiket kerap membeli melalui dirinya. Meski kerap dianggap calo ia menyebut usaha yang dimilikinya cukup membantu calon penumpang kapal. Terlebih sistem pembelian tiket calon penumpang wajib menyertakan data diri sesuai KTP, jadwal keberangkatan,jenis layanan dan golongan kendaraan.

“Sebagian penumpang tidak memiliki aplikasi atau saldonya kurang, jadi jasa penjualan tiket yang kami lakukan justru memperlancar perjalanan pengguna jasa,” sebutnya.

Uang pembelian tiket yang diberikan kepadanya merupakan pengganti uang sesuai harga tiket kendaraan. Jasa untuk pembelian tiket sebagai uang administrasi kerap dibanderol mulai Rp3.000 untuk kendaraan motor dan Rp5.000 untuk kendaraan mobil. Setelah pembayaran selesai mengandalkan mesin electronic data capture (EDC). Struk kertas akan diberikan ke konsumen lengkap dengan barcode untuk dipindai pada mesin di loket pembelian tiket.

Pelaku jasa penjualan tiket online bermodalkan aplikasi sebut Hermansyah bisa mencapai puluhan orang. Usaha tersebut diakuinya memberi peluang pemasukan secara ekonomi. Selama masa libur Nataru ia menyebut jumlah transaksi harian mencapai ratusan kali. Jumlah tersebut cukup banyak lebih dari kondisi normal hanya mencapai puluhan. Namun usaha tersebut memberinya keuntungan ratusan ribu.

“Awalnya kerja sama orang namun selanjutnya karena memiliki modal sendiri untuk saldo dan gawai yang memadai,” terang Hermansyah.

Selain sistem mobile, penjualan tiket secara online dilakukan dengan sistem menetap. Hendrik, salah satu penyedia jasa penjualan tiket mengaku memilih menyediakan fasilitas komputer tersambung ke internet. Menjalankan bisnis pembelian tiket dengan sistem online pembeli dominan merupakan pengendara motor dan kendaraan pribadi.

Pembayaran tiket online sebutnya kerap dilakukan melalui ATM, Link Aja, Alfamart dan mobile banking. Namun sebagian pengguna jasa kerap tidak memiliki waktu untuk membeli tiket online. Ia hanya mematok biaya administrasi Rp3.000 setiap transaksi. Hasil penjualan tiket yang masuk ke saldo M-Banking miliknya menjadi modal untuk pembelian tiket online.

“Jasa penjualan tiket menguntungkan bagi kami yang sebelumnya bekerja namun terkena PHK, peluang ini jadi usaha menjanjikan,”terangnya.

Sutino, pengemudi truk ekspedisi asal Sumatera Selatan menyebut terbantu dengan adanya jasa pembelian tiket. Sebelum sampai di Pelabuhan Bakauheni ia telah melakukan pembelian secara online. Melalui proses pembelian online ia tiba di Bakauheni langsung menuju ke kapal. Uang pembelian tiket akan diberikan ke pengurus sehingga memudahkannya melakukan perjalanan.

Lihat juga...