ASDP Bakauheni Percepat Waktu Pelayaran dan Tambahan Loket

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Antisipasi terjadinya penumpukan penumpang di pelabuhan Bakauheni, ASDP lakukan percepatan waktu pelayaran (sailing time) dan pelayanan bongkar muat (port time). Cara tersebut dilakukan meminimalisir antrean di pelabuhan.

Captain Solikin, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Utama Bakauheni menyebutkan, normalnya sailing time ditempuh selama 120 menit dipercepat menjadi 90 menit. Sementara untuk waktu bongkar muat normalnya sekitar 45 menit dipercepat menjadi 30 menit sesuai kondisi di pelabuhan. Langkah tersebut juga telah dikoordinasikan dengan Balai Pengelola Transportasi (BPTD).

Percepatan sailing time dan port time lanjut Captain Solikin dilakukan agar pengguna jasa tidak terlalu lama menunggu. Meski demikian pelayanan tersebut menyesuaikan kondisi cuaca yang terjadi di Selat Sunda.

“Kedatangan calon penumpang pejalan kaki dan kendaraan asal Sumatera tujuan pulau Jawa yang cepat karena adanya Jalan Tol Trans Sumatera sehingga diperlukan antisipasi percepatan waktu pelayaran lebih cepat dari kondisi normal dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan,” terang Captain Solikin saat dikonfirmasi, Minggu (27/12/2020)

Melayani pengguna jasa saat angkutan libur Nataru sebut Captain Solikin penambahan loket tiket juga dilakukan. Pembelian tiket menggunakan aplikasi Ferizy bagi penumpang yang telah mendapatkan barcode akan melakukan proses pemindaian (scan) di loket yang telah disediakan. Loket yang disediakan sebanyak 7 unit pada kondisi normal ditambah 4 unit saat libur Nataru.

Captain Solikin, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Lampung Selatan, Minggu (27/12/2020). Foto: Henk Widi

Selain bagi kendaraan roda empat, loket pelayanan bagi kendaraan roda dua semula 1 unit menjadi 4 unit. Sementara khusus pada loket terminal eksekutif Anjungan Agung disediakan sebanyak 6 unit. Sistem pembelian tiket memakai scan barcode sebutnya menjadi solusi terjadinya antrian di pintu masuk pelabuhan. Sebab kendaraan yang akan naik kapal wajib memiliki tiket elektronik.

“Waktu pelayanan saat memakai scan barcode dan mendapat struk pembelian tiket hanya butuh waktu 10 detik setiap kendaraan,”bebernya.

Layani pengguna jasa yang memakai Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS),ASDP sebutnya menyiapkan lokasi pemberhentian pembelian tiket (stopper). Lokasi titik stopper checkpoint Ferizy berada pada rest area JTTS KM 20 jalur B. Penyediaan lokasi stopper diperuntukkan bagi kendaraan yang akan menuju ke pelabuhan Bakauheni. Kendaraan yang membeli tiket elektronik di rest area memperlancar saat tiba di pelabuhan Bakauheni.

Sesuai data posko layanan Nataru,Captain Solikin menyebut data produksi Nataru dioperasikan sebanyak 33 unit kapal roll on roll off (Roro). Layanan kapal tersebut dalam waktu 12 jam rata rata melayani sebanyak 102 perjalanan kapal (trip). Hingga Minggu 27 Desember 2020, tercatat sebanyak 26.951 orang diseberangkan dari Sumatera ke Jawa. Jumlah tersebut meliputi 1.505 orang pejalan kaki dan 25.446 orang di atas kendaraan.

Jumlah kendaraan asal Sumatera yang diseberangkan mencapai 6.452 unit. Jumlah tersebut meliputi 5.727 unit kendaraan roda empat lebih, 1.964 unit kendaraan truk,249 unit bus,725 unit kendaraan roda dua. Jumlah pengguna jasa yang akan menyeberang ke pulau Jawa sebutnya masih akan bertambah. Ia memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada Rabu (2/1/2021).

Susanti,salah satu calon penumpang pejalan kaki asal Lampung menyebut menunggu sekitar satu jam. Selain menunggu waktu pembelian tiket ia menunggu kapal dari Merak yang akan sandar di dermaga dua pelabuhan Bakauheni. Kondisi cuaca didominasi angin kencang,alun,gelombang berimbas keterlambatan kedatangan kapal. Ia memaklumi keterlambatan kapal imbas kondisi cuaca.

Ia dan anggota keluarga menyebut saat akan menyeberang memakai kapal tidak wajib melakukan rapid test antigen. Sejumlah petugas kesehatan sebutnya melakukan proses pemeriksaan rapid test antigen secara acak. Bagi calon penumpang yang bersedia sebagian harus merogoh kocek Rp250.000 untuk rapid test antigen. Namun sebagian penumpang memilih enggan melakukan rapid test antigen saat ditawarkan.

Lihat juga...