ASN Pemprov Bengkulu Kembali Jalani WFH

Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sebelum Covid-19 - ANTARA

BENGKULU – Pemprov Bengkulu, memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH), bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkungan pemprov selama 14 hari kedepan. Hal itu untuk memutus rantai penularan COVID-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri mengatakan, kebijakan WFH dilakukan berdasarkan instruksi Gubernur Bengkulu. Hal itu untuk merespon peningkatan angka kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Bengkulu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri – Foto Ant

“WFH ini hanya berlaku selama 14 hari kerja, terhitung sejak Selasa (22/12/2020) besok. Langkah ini diambil setelah melihat kondisi penyebaran kasus COVID-19 di daerah kita yang masih terus mengalami penambahan,” kata Hamka, Senin (21/12/2020).

Kendati demikian Hamka menegaskan, kebijakan WFH ini tidak akan mengurangi pelayanan bagi masyarakat. Sebagian ASN akan tetap bekerja di kantor, namun jumlahnya dibatasi. Dan bagi ASN yang bekerja dari rumah, diminta tetap menjaga kesehatan dan menjadi contoh bagi masyarakat dalam upaya menerapkan protokol kesehatan, terutama menghindari kerumunan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan, selain masyarakat umum jumlah ASN yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 di Bengkulu juga terus bertambah. Hingga saat ini, total ada sekira 50 orang ASN Pemprov Bengkulu yang telah tertular virus corona jenis baru. Mulai dari kalangan staf, tenaga kesehatan hingga pejabat eselon II.

“Terpaparnya para ASN itu dikarenakan berbagai penyebab, ada yang terpapar setelah pulang dari dinas luar, ada juga yang terpapar di lingkungan kerja. Sedangkan untuk tenaga medis itu rata-rata terpapar akibat memberikan perawatan pada pasien COVID-19,” jelas Herwan. (Ant)

Lihat juga...