Balikpapan Mempertimbangkan Penutupan Sementara Objek Wisata

Suasana Pantai Manggar di Balikpapan di hari Minggu (13/12/2020) – foto Ant

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan, Kalimantan Timur, mempertimbangkan kemungkinan untuk menutup sementara objek-objek wisata di Kota Minyak, pada libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021.

Kebijakan tersebut diambil, guna mencegah penyebaran wabah COVID-19. “Sedang kami pertimbangkan,” kata Wali Kota Rizal Effendi, yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Minggu (13/12/2020).

Menurut Rizal, yang menjadi mempertimbangkan untuk melakukan penutupan tersebut, adalah masukan dari dinas terkait seperti Dinas Pariwisata dan Dinas Kesehatan. Berkumpulnya orang di tempat-tempat wisata dalam jumlah yang besar, pada hari libur dikhawatirkan akan menjadi sumber penularan wabah atau kluster COVID-19 baru.

Apalagi, Pantai Manggar atau Lamaru misalnya, didatangi tidak hanya oleh warga Balikpapan, tapi juga warga Samarinda dan Tenggarong. Situasi tempat wisata seperti di pantai dan kegiatan yang dilakukan, membuat orang kesulitan memenuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak. “Dan dalam pertimbangannya, tidak hanya pantai yang ditutup, tapi semua tempat wisata,” kata Rizal.

Waktu penutupan diperkirakan selama delapan hari, yaitu selama Natal dan Tahun Baru. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Doortje Marpaung mengatakan, kemungkinan penutupan tempat-tempat wisata tersebut dilakukan, dengan mempertimbangkan laporan dari Satgas COVID-19 Kota Balikpapan yang mengatakan, adanya kecenderungan kenaikkan kasus COVID-19 di klaster tertentu. “Karena itu bisa saja pada libur Natal dan akhir tahun semua objek wisata akan ditutup,” kata Doortje.

Bila diputuskan demikian, maka kepada yang berkepentingan disampaikan surat edaran wali kota Balikpaan untuk dilaksanakan dan dipatuhi. Sementara itu, dalam laporan Minggu (13/12/2020), kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di daerah tersebut ada 55 kasus dan 15 pasien sembuh. Dari ke-55 kasus tersebut, ada bayi usia sebulan dan 8 bulan, balita tiga tahun, anak dan remaja usia delapan, 13, 15, dan 16 tahun. “Semua hasil tracing dari 23 kasus kontak erat,” kata Kepala Dinas Kesehatan dr Andi Sri Juliarty.

Kemudian ada 22 kasus dengan riwayat suspek, lima kasus dari orang dengan KTP bukan Balikpapan, 10 kasus dengan riawayat orang tanpa gejala (OTG) di mana satu kasus di antaranya oleh orang dengan KTP luar Balikpapan.

Adapun 15 pasien sembuh yakni, satu pasien dari rumah observasi Asrama Haji Batakan, tiga pasien dari rumah observasi Wisma, satu pasien dari RS Siloam, tiga pasien dari RS Pertamina Balikpapan, dan enam pasien dari RS Kanujoso Djatiwibowo, dan satu pasien warga Balikpapan yang sembuh dari perawan di luar daerah. Ada pun yang masih dalam perawatan di rumah sakit ada 169 pasien dan 284 pasien menjalani isolasi mandiri. (Ant)

Lihat juga...