Banjir Hambat Aktivitas Belajar Anak di Bandar Agung Lamsel

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Banjir kiriman Sungai Way Sekampung dan banjir rob laut Jawa hambat aktivitas warga. Susanti, salah satu anak di Dusun Kuala Jaya, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, normalnya melakukan aktivitas mengaji, namun kegiatan di Tempat Pendidikan Al-Quran Masjid Kuala Jaya terhambat imbas banjir.

Lokasi masjid tepat di depan SDN Bandar Agung yang ikut terendam bagian halaman sulit diakses warga. Ia dan sejumlah anak-anak yang ingin belajar mengaji terpaksa melintasi akses jalan yang digenangi banjir. Selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ia menyebut hanya mengandalkan kegiatan mengaji di masjid. Kegiatan belajar di sekolah hanya dilakukan dengan sistem terjadwal.

Penggunaan gawai untuk pembelajaran jarak jauh sebutnya jadi cara tetap bisa belajar dari sekolah. Saat sore hari kegiatan mengaji pada tempat pendidikan Al-Quran hanya dilakukan sejumlah anak. Meski berada dalam satu dusun,pada sejumlah rumah yang berada di dekat bantaran sungai dan muara Way Sekampung terendam banjir sedalam 40 hingga 80 cm.

“Kami tetap datang ke masjid meski harus hati-hati melintas pada bagian jalan yang tergenang banjir, namun pelajaran tidak dilakukan sehingga anak-anak hanya bermain di sekitar masjid bersama teman-teman sebaya sembari bermain gawai,” terang Susanti saat ditemui Cendana News, Kamis (3/12/2020).

Sebagian anak yang tidak berangkat mengaji sebutnya memilih membantu orangtua. Sebab sebagian warga di rumah yang terendam banjir luapan Sungai Way Sekampung dan banjir rob terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Selain dirinya yang duduk di bangku SD, sejumlah siswa tingkat SMP dan SMA yang akan menuju ke sekolah juga terhambat oleh banjir.

Sarifudin, Kepala Dusun Kuala Jaya, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan di akses jalan yang tergenang banjir rob hambat aktivitas anak menuju ke sekolah dan mengaji, Kamis (3/12/2020). -Foto Henk Widi

Sarifudin, Kepala Dusun Kuala Jaya, Desa Bandar Agung menyebut banjir terjadi setiap penghujan. Namun memasuki awal Desember ia menyebut hujan yang datang bersamaan dengan fase bulan purnama. Gelombang pasang saat fase bulan purnama dibarengi dengan banjir Sungai Way Sekampung jadi hambatan bagi warga terutama siswa usia sekolah. Sebab sebagian siswa usia SMA tetap harus berangkat ke sekolah.

“Sebagian siswa SD hingga SMP memang melakukan belajar daring,namun siswa SMA tetap berangkat meski harus melintasi jalan yang digenangi banjir,” cetusnya.

Sarifudin menyebut kondisi perkampungan warga dan fasilitas umum berupa jalan lingkungan, jalan desa masih tergenang banjir. Meski hujan telah berhenti di wilayah tersebut namun saat wilayah hulu sungai hujan,kawasan itu mengalami banjir kiriman. Fase bulan purnama yang kerap datang saat malam hari berimbas air pasang menambah ketinggian banjir di permukiman warga.

Sekitar 350 kepala keluarga dengan 1227 jiwa di wilayah tersebut menurut Sarifudin terbiasa dengan banjir Sungai Way Sekampung dan banjir rob. Namun dampaknya bagi anak anak usia sekolah kegiatan pendidikan terganggu. Sebagian anak anak memilih sejumlah rumah kerabat yang memiliki rumah panggung dan memiliki dua lantai. Kegiatan belajar menjelang ujian semester ganjil dilakukan menumpang pada rumah kerabat.

“Banyak anak yang mempersiapkan ujian semester ganjil ikut terhambat karena kondisi permukiman terendam banjir,” cetusnya.

Ahmad Rizal, anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) sekaligus Ketua RT 1 Kuala Jaya menyebut fenomena banjir rob kerab hambat aktivitas warga. Pada masa menjelang ujian semester ganjil sebagian anak terpaksa tinggal di rumah kerabat di dekat sekolah. Sebab anak anak di dusun tersebut sebagian bersekolah di Dusun Bunut pada tingkat SMP hinga SMA.

Sebagian siswa yang melakukan ujian secara daring sebutnya memilih lokasi yang mudah mendapat sinyal internet. Akses jalan keluar dari dusun setempat yang tergenang air banjir sebutnya berimbas warga enggan bepergian memakai motor. Sebab kedalaman air banjir di sejumlah titik jalan menuju keluar dusun berpotensi mengakibatkan kerusakan kendaraan.

Yunus, salah satu warga yang rumahnya terendam banjir menyebut fase banjir bisa terjadi sejak siang hingga sore. Ia menyebut ada puluhan rumah di bantaran sungai terendam. Imbasnya aktivitas warga terhambat mulai kegiatan ekonomi hingga pendidikan. Musim penghujan berpotensi menghalangi sejumlah aktivitas warga imbas banjir.

Lihat juga...