Banjir Landa Gorontalo Utara, 12 Desa Terendam Air

GORONTALO  – Sebanyak 12 desa di Kabupaten Gorontalo Utara tersebar di dua kecamatan terendam banjir setinggi 50-70 centimeter akibat curah hujan tinggi.

“Pemerintah kabupaten telah bergerak cepat untuk penanganan dampak banjir di dua kecamatan ini yaitu Kecamatan Monano dan Sumalata Timur,” kata Wakil Bupati (Wabup) Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, di Gorontalo, Selasa.

Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait katanya, yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Dinas Pekerjaan Umum bergerak di titik lokasi banjir.

Mereka (OPD) mendata dan membawa bantuan logistik termasuk perlengkapan yang diperlukan warga terdampak.

Lima desa terdampak di Kecamatan Sumalata Timur yaitu Desa Motihelumo, banjir merendam 21 unit rumah, 5 hektare lahan jagung, 1 hektare lahan cabai, 500kg pupuk dan 500kg beras serta 1 buah android, 1 buah kulkas dan 1 buah mesin air.

Desa Deme I, 30 unit rumah dan 1 unit sekolah menengah pertama (SMP) terendam, 2 ekor sapi hanyut, 3 hektare kebun jagung, 5 hektare sawah dan 400kg beras juga rusak terendam banjir.

Banjir juga merendam 12 unit rumah di Desa Koluwoka, 2 unit di antaranya rusak berat dan 500kg semen dipastikan rusak terendam.

Khusus di desa tersebut sebanyak tiga titik longsor hampir menutup badan jalan lintas Sulawesi.

Sementara di Desa Buluwatu sebanyak 5 unit rumah dan 1 unit perahu terendam, termasuk 25 unit rumah di Desa Dulukapa.

Banjir juga merendam jalan utama dan permukiman warga di Kecamatan Monano berdampak di tujuh desa yaitu, Desa Zuriati, Monas, Monano, Mokonowu, Tudi, Pilohulata dan Garapia.

Data terdampak banjir di wilayah Monano masih sementara dihimpun melalui pemerintah desa masing-masing.

“Pemerintah kabupaten bersinergi dengan TNI dan Polri dalam penanganan pascabanjir,” katanya.

Curah hujan tinggi menjadi penyebab banjir yang terjadi sejak pukul 16.00 Wita. (Ant)

Lihat juga...