Banjir Rob jadi Momok Warga Kota Semarang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

“Kalau masyarakat di sini sudah biasa, namun kalau bisa hilang tentu lebih senang. Terutama bagi warga yang kurang mampu, sebab untuk membuat pondasi rumah tinggi, biayanya juga banyak,” tandasnya.

Terpisah, pakar hidrologi Undip, Prof. Nelwan, memaparkan penyebab banjir dan rob di Kota Semarang salah satunya akibat penurunan permukaan tanah terhadap air laut, sebab menipisnya air tanah.

“Untuk mengatasi penurunan tanah ini, salah satunya dengan sistem ground water recharge, dengan mengisi ulang air tanah. Caranya dengan mengalirkan air ke dalam tanah. Air hujan misalnya, bisa ditampung di suatu tempat lalu dimasukkan ke tanah. Jadi tidak semua air dialirkan melalui saluran dan sungai. Sebagian di antaranya lebih baik, diisikan kembali ke dalam tanah,” paparnya.

Sementara, Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, memaparkan dalam penanganan rob di wilayahnya, pihaknya telah berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat untuk penyelesaian pembangunan sheet pile atau dinding vertikal penahan gelombang air laut.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, dijumpai di Semarang, Rabu (30/12/2020). Foto Arixc Ardana

“Khususnya untuk penanganan rob di wilayah Kelurahan Tanjung Mas dan Bandarharjo. Memang harus pakai sheet pile. Kami harap, penyelesaian pembangunan sheet pile bisa terealisasi pada 2021 mendatang,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pembangunan sheet pile juga harus melihat rencana pembangunan tanggul laut. Pembangunan tanggul laut ini menjadi upaya penanganan rob jangka panjang. Sedangkan, pembangunan sheet pile harus segera terealisasi sebagai upaya penanganan rob jangka pendek.

“Anggaran untuk pembangunan sheet pile sekitar Rp 40 miliar. Pak Wali sudah berkomunikasi dengan Kemen PUPR. Kami akan dorong agar bisa segera terealisasi,” pungkasnya.

Lihat juga...