Bantuan Pinjaman ‘Modal Kita’ Damandiri di Cilongok Capai Rp697 Juta

Editor: Koko Triarko

Manajer Keuangan Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Meta Teja Ningrum, di kantornya, Rabu (16/12/2020). -Dok: CDN

BANYUMAS – Pandemi Covid-19 tak menghalangi Yayasan Damandiri untuk terus berupaya mendorong kemajuan usaha masyarakat desa. Melalui program Modal Kita di Desa Cerdas Mandiri Lestaari (DCML) Cilongok, Jawa Tengah, yayasan besutan Presiden Soeharto ini sudah menyalurkan pinjaman bantuan modal hingga Rp697 juta.

Manajer Keuangan Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Meta Teja Ningrum, mengatakan sampai saat ini keanggotaan Modal Kita sudah mencapai 277 orang. Dari jumlah tersebut, hanya ada dua orang nasabah yang mengalami kesulitan untuk membayar angsuran.

“Kemarin waktu pandemi Covid-19, penyaluran Modal Kita memang sempat dihentikan pada April sampai Mei, namun mulai bulan Juli lalu kita sudah mulai kembali menyalurkan Modal Kita untuk masyarakat Desa Cilongok,” jelasnya kepada Cendana News, Rabu (16/12/2020).

Dengan berbagai upaya pendekatan dan edukasi yang dilakukan jajaran pengurus Koperasi Utama Sejahtera Mandiri, berhasil menekan Non Permorming Loan (NPL) atau kredit macet hingga 2 persen di tengah pandemi Covid-19. Sementara banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak usahanya.

Menurut Meta, sejak Agustus 2020 mulai diberlakukan target kembali untuk pencairan Modal Kita, yaitu minimal Rp100 juta per bulan. Dan dengan kerjasama serta kerja keras, pihak koperasi bisa memenuhi target tersebut, plus dengan nilai NPL yang kecil.

“Dari pihak koperasi, dengan ketua yang baru, sekarang lebih gencar melakukan program-program pemberdayaan masyarakat, menggencarkan sosialiasai tentang berbagai program yang dilakukan koperasi, sehingga hal tersebut juga berdampak positif terhadap keberlangsungan Modal Kota,” kata Meta.

Smentara itu, salah satu nasabah Modal Kita di Cilongok, Tumiarsih, mengatakan pinjaman dari Modal Kota banyak dimanfaatkan masyarakat, termasuk dirinya, untuk meningkatkan usaha yang dijalankan. Sebagian besar usaha yang dijalankan, yaitu pembuatan gula cetak dan gula kristal serta usaha warung.

“Di Desa Cilongok ini banyak warga yang memiliki pohon kelapa, jadi mereka mengambil nira sendiri dan mengolahnya sendiri menjadi gula. Bantuan Modal Kita sangat membantu, biasanya untuk menambah produksi gula. Bagi yang tidak mempunyai pohon kelapa sendiri, bantuan modal digunakan untuk menambah pembelian nira, sedang bagi yang memiliki pohon kelapa sendiri, biasanya digunakan untuk menambah produksi gula,” tuturnya.

Kecamatan Cilongok memang merupakan salah satu sentra penghasil gula terbesar di Kabupaten Banyumas. Sebagian besar warga berprofesi sebagai penderes dan mereka mengolah sendiri nira menjadi gula. Bantuan pinjaman modal dari program Modal Kita Yayasan Damandiri dimanfaatkan untuk menambah produksi usaha gula mereka.

Lihat juga...