Banyak Guru di Sikka Minim Publikasi Jurnal Ilmiah

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Jumlah guru di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkisar di angka 10 ribu orang, masih terdapat banyak yang kesulitan melakukan publikasi jurnal ilmiahnya.

Publikasi ini penting agar para guru bisa mendapatkan kredit poin terutama guru-guru yang memiliki golongan IVA yang hendak naik ke golongan IV B agar proses kenaikan golongannya bisa lebih cepat.

“Banyak guru di Kabupaten Sikka yang kesulitan melakukan publikasi jurnal ilmiahnya,” kata Johanes Jonas Teta, SPd, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Sikka, saat ditemui di SMAN1 Maumere, Kamis (17/12/2020).

Jonas saapannya mengatakan, akibat kesulitan mempublikasikan jurnal ilmiahnya maka banyak guru yang tertahan di golongan IVA padahal banyak dari para guru yang pandai menulis karya ilmiah.

Ia mengaku tulisan para guru tersebut terkadang sulit dimuat di jurnal ilmiah sehingga dan apabila dimuat maka para guru harus mengeluarkan biaya yang besar sekali.

“Ini yang membuat banyak guru yang hanya sampai golongan IVA atau jenjang kepangkatan pembina. Mereka tidak sampai ke golongan yang lebih tinggi seperti IVD pangkat pembina utama madya  karena belum bisa melakukan publikasi jurnal,” ucapnya.

Jonas menambahkan, kalaupun bisa maka biaya yang harus dikeluarkan guru sangat mahal karena ada jurnal ilmiah yang mana meminta biaya yang besar meskipun tidak semua jurnal.

Untuk itu dirinya bertekad untuk menerbitkan jurnal ilmiah bagi para guru yang akan dilaksanakan oleh organisasi PGRI Cabang Sikka agar mempermudah para guru memubulikasikan karya ilmiahnya.

“Ada jurnal ilmiah yang meminta biaya yang besar tetapi memang tidak semua jurnal berbiaya mahal. Memang  ada jurnal ilmiah yang berorientasi bisnis sehingga kami dari PGRI berencana menerbitkan jurnal ilmiah,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua PGRI NTT, Drs. Octo Oupoly saat konferensi luar biasa PGRI Sikka meminta agar pengurus PGRI Sikka membuat rancangan program dan rancangan pendapatan serta belanja organisasi.

Menurut Octo hal ini sangat penting untuk organisasi PGRI Sikka 5 tahun ke depan dan dapat memberikan gagasan serta ide yang cerdas untuk program PGRI Sikka selama 5 tahun ke depan.

“Saya harapkan agar PGRI Sikka mampu menampung aspirasi dan harapan semua anggota dan menjadikan setiap unsur di lingkungan PGRI supaya menghasilkan prestasi yang optimal,” harapnya.

Lihat juga...