Banyumas Sosialisasikan Aturan Baru Soal Tes Swab

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto di Rumah Dinas Bupati Banyumas, Jumat (11/12/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas saat ini tengah gencar mensosialisasikan aturan baru terkait penanganan pasien Covid-19. Yaitu, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) serta kasus positif dengan gejala ringan dan sedang, hanya perlu dilakukan swab test satu kali, setelah itu dinyatakan sembuh tanpa harus ada swab test yang menyatakan negatif.

Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, mengatakan aturan tersebut tertuang dalam panduan penanganan Covid-19 revisi 5 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI. Dalam revisi itu disebutkan ada tiga kategori untuk penanganan kasus Covid-19.

Tiga kategori tersebut, yaitu untuk OTG sejak dilakukan swab test pertama, diharuskan melakukan isolasi mandiri selama 10 hari dan setelah itu dinyatakan sembuh. Kategori k edua untuk kasus positif dengan gejala ringan dan sedang, setelah swab test diwajibkan isolasi mandiri selama 13 hari dan setelah itu dinyatakan sembuh. Dan, yang ke tiga pasien positif Covid-19 dengan gejala berat yang disertai panas, demam, batuk dan sebagainya, dan kategori ini biasanya menjalani perawatan di rumah sakit. Maka untuk bisa dinyatakan sembuh, harus dilakukan swab test sampai hasilnya negatif.

“Aturan baru tertuang dalam panduan penanganan Covid-19 revisi 5 sudah kita sampaikan kepada Pak Bupati, dan saat ini kita dari Dinkes sedang gencar melakukan sosialisasikan kepada masyarakat, supaya mendapat pemahaman yang sama,” jelas Sadiyanto, Jumat  (11/12/2020).

Panduan penanganan Covid-19 revisi 5 ini lebih menghemat penggunaan swab test, karena dua kategori yang OTG dan kasus dengan gejala ringan hanya memerlukan satu kali swab test.

Untuk memastikan kondisi OTG dan pasien gejala ringan aman, meskipun hanya dilakukan swab test satu kali, Bupati Banyumas, Achmad Husein juga mengundang ahli paru dari Rumah Sakit Hermina Purwokerto, yaitu dr. Indah Rahmawati. Bupati meminta penjelasan tentang dasar kesimpulan swab hanya satu dan sudah dinyatakan sembuh.

“Informasi baru ini harus disampaikan kepada masyarakat secara lengkap, supaya tidak muncul kesimpangsiuran yang berakibat pada munculnya keresahan di masyarakat luas,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, dr. Indah menyampaikan bahwa aturan baru terkait penanganan kasus positif Covid-19 yang dikeluarkan Kemenkes sudah mengacu pada keputusan World Health Organization (WHO), sehingga dipastikan aman.

“Aturan baru penanganan kasus Covid-19 ini sudah melalui penelitian di Singapura, bahwa OTG dan kasus dengan gejala ringan, setelah isolasi mandiri 9 hari, sudah tidak ditemukan lagi Covid-19 di tubuhnya, sehingga ini menjadi acuan dan kemudian WHO mengeluarkan aturan batas OTG 10 hari,” ungkapnya.

Lihat juga...