Bappenas: Transformasi Ekonomi akan Diselaraskan dengan Pelestarian Lingkungan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memastikan, agenda transformasi ekonomi pasca pandemi Covid-19 yang dimulai pada tahun depan akan selalu memperhitungkan aspek kelestarian lingkungan.

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas, Arifin Rudiyanto menegaskan, ekonomi dan kelestarian lingkungan akan diselaraskan melalui pengembangan ekonomi hijau dan rendah karbon.

“Ini akan kita prioritaskan demi meningkatkan ekonomi dan mata pencaharian dalam jangka pendek, namun di saat bersamaan juga melindungi kesejahteraan untuk jangka yang lebih panjang,” ujar Arifin dalam keterangan pers yang diterima Cendana News, Rabu (30/12/2020).

Rudy optimis, ekonomi hijau akan mampu menciptakan peluang lapangan kerja baru (green jobs) dan investasi baru (green investments), serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang rendah karbon.

“Strategi yang diusung meliputi pengembangan energi baru terbarukan, penerapan ekonomi sirkular, pembangunan fasilitas pengolahan sampah dan B3, restorasi lahan berkelanjutan, hingga pengembangan pertanian berkelanjutan,” tandasnya.

Di samping kelestarian lingkungan, transformasi ekonomi juga akan menitikberatkan pada aspek kesehatan masyarakat. Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas, Subandi Sardjoko menyatakan, pihaknya akan terus menekan laju penurunan tingkat kemiskinan yang semakin melambat, prevalensi stunting, wasting, dan defisiensi zat-zat gizi mikro yang masih relatif tinggi pada anak balita.

“Kita juga sangat perlu meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran, pemanfaatan energi yang lebih efisien, penurunan kesenjangan, pengelolaan konservasi perairan yang belum efektif, serta ketersediaan data yang berkualitas dalam mendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan yang tepat,” pungkas Subandi.

Bappenas memproyeksikan bahwa Tahun 2021 menjadi tahun awal pemulihan ekonomi yang juga menjadi momentum mendorong reformasi sosial, baik aspek perubahan struktural, maupun perubahan kultural, mindset, dan paradigma.

Sasaran pembangunan nasional 2021 mencakup dua komponen kunci. Pertama, pemulihan ekonomi dengan target Pertumbuhan Ekonomi sebesar 5,0 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 7,7-9,1 persen, Rasio Gini sebesar 0,377–0,379, dan penurunan Emisi Gas Rumah Kaca menuju target 29,85 persen hingga 30,64 persen di 2030.

Kedua, meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan terjaganya daya beli masyarakat dengan target Indeks Pembangunan Manusia sebesar 72,78–72,95 dan Tingkat Kemiskinan sebesar 9,2–9,7 persen.

Lihat juga...