Basarnas Pastikan Jalur Pelayaran Aman Saat Libur Nataru

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayor Jenderal TNI (Mar) Bambang Suryo Aji menyebut pihaknya mengerahkan potensi SAR di sejumlah titik jalur mudik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Personel Basarnas disiagakan pada titik siaga Nataru pada sejumlah wilayah Indonesia. Fokus pemantauan siaga Nataru Basarnas sebutnya berada di jalur darat, laut dan udara.

Fokus pengamanan jalur mudik libur Nataru saat masa pandemi Covid-19 berada di jalur pelayaran. Sejumlah kantor SAR di wilayah Indonesia yang dipantau sebutnya meliputi jalur pelayaran laut. Faktor keselamatan (safety) pada jalur lalu lintas laut sebutnya jadi perhatian memperhitungkan kondisi cuaca. Terlebih pada akhir tahun kondisi cuaca cukup ekstrem.

Koordinasi dengan stakeholder terkait sebut Mayjen TNI (Mar) Bambang Suryo Aji dilakukan agar masyarakat aman melakukan perjalanan. Basarnas sebutnya telah menempatkan posko SAR di area pelabuhan, jalan tol, bandara untuk kejadian kedaruratan (emergency). Pemantauan dari udara melalui helikopter dilakukan oleh Basarnas memantau kepadatan arus kendaraan.

“Jalur penyeberangan dari pulau ke pulau wilayah Timur dan Barat Indonesia saat libur Nataru disiapkan personil siaga Basarnas lengkap dengan alat utama keselamatan untuk kejadian yang perlu penanganan dengan segera,” terang Mayor Jenderal TNI (Mar) Bambang Suryo Aji di Pelabuhan Bakauheni, Rabu (23/12/2020).

Faktor keselamatan di jalur pelayaran kapal penyeberangan sebut Bambang Suryo Aji telah dikoordinasikan dengan operator pelabuhan. Faktor keselamatan pelayaran yang perlu diperhatikan sebutnya telah dicek berupa kesiapan life jacket, sekoci. Terkait keselamatan pelayaran saat kondisi cuaca buruk operator pelayaran tetap berkoordinasi dengan BMKG maritim.

Sejumlah wilayah yang menggunakan jalur pelayaran di wilayah Timur saat Nataru sebutnya jadi perhatian. Sejumlah nahkoda pada pelabuhan tradisional yang melayani penyeberangan antar pulau sebutnya diminta waspada. Kewaspadaan diiringi dengan kesiapsiagaan personil Basarnas dan potensi SAR pada jalur penyeberangan.

“Selain perhatian faktor keselamatan pelaku perjalanan penerapan protokol kesehatan wajib dilakukan,” terang Mayjen Bambang Suryo Aji.

Ia menganjurkan ke masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan dengan tidak melakukan perjalanan jika tidak penting. Sebab selama masa pandemi Covid-19 potensi penularan penyakit bisa terjadi saat dalam perjalanan. Keperluan mendesak bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan tetap memperhatikan alat kesehatan.

Terkait kondisi cuaca perairan, Andi Cahyadi, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kelas IV Panjang Lampung menyebut kondisi cuaca perlu diwaspadai. Kewaspadaan bagi nahkoda penumpang di antaranya kecepatan angin yang akan berimplikasi pada naiknya tinggi gelombang tinggi air laut. Hasil pantauan BMKG sebutnya berkisar 1 meter hingga 2,5 meter.

“Bagi jalur penyeberangan kondisi ketinggian air laut tersebut sangat mempengaruhi kapal,” terangnya.

Pengaruh angin Barat sebutnya kerap terjadi hingga akhir tahun. Puncak musim penghujan pada bulan Januari mendatang sebutnya akan memicu bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor. Kewaspadaan diperlukan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan di jalur jalan wilayah Sumatera. Khusus di pelabuhan BMKG maritim telah memasang display kondisi cuaca.

Lihat juga...