Begonia, Tanaman Hias yang Lagi Tren di Semarang

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Tren tanaman hias selalu bergerak seiring dengan permintaan penggemar hingga kondisi pasar. Tatkala mulai jenuh, pilihan pun berganti. Terkini, tanaman jenis begonia menjadi buruan para peminatnya. Tanaman tropis ini terdiri dari beragam jenis. Umumnya punya penampilan cantik dengan daun halus berwarna hijau kehitaman, serta bunga merah muda merona.

“Sebenarnya tanaman begonia ini sudah dikenal lama oleh para penggemar tanaman hias, namun tidak sebanyak sekarang ini. Di saat masa pandemi ini, merawat tanaman jadi salah satu aktivitas yang populer di masyarakat. Seiring tren itu, tanaman hias pun banyak dicari, termasuk begonia,” papar penggemar tanaman hias, Fista Novianti, saat ditemui di rumahnya kawasan Pucanggading Semarang, Senin (14/12/2020).

Penggemar tanaman hias, Fista Novianti, saat ditemui di rumahnya kawasan Pucanggading, Semarang, Senin (14/12/2020). –Foto: Arixc Ardana

Dipaparkan, daya tarik utama pada begonia terletak pada keunikan daun dan bunga yang dihasilkan. Daun begonia umumnya asimetris dengan variasi bentuk sesuai jenis. Bentuknya pun beragam, mulai dari oval, bulat, menjari hingga berbentuk seperti daun palem. Keunikan lainnya, seluruh batang dan daun begonia terselimuti semacam bulu-bulu halus.

Selain berambut atau berbulu halus, beberapa jenis begonia juga terbentuk dengan permukaan daun yang berlilin dan lembut, ada juga yang kasar dan penuh kerutan. Hampir semua begonia daunnya menghasilkan rizoma yang menjalar, atau berada di dalam tanah.

“Selain memiliki tampilan yang dapat menambah estetika, tanaman ini juga sangat mudah ditanam dan dirawat. Itu sebabnya begonia banyak digemari,” terangnya.

Namun di satu sisi, seiring dengan kenaikan tren tanaman hias, harga begonia pun ikut melambung. Terlebih untuk jenis-jenis tertentu yang menjadi incaran para penggemar.

“Dulu sebelum tren, harga begonia rata-rata Rp25 ribu-Rp 50 ribu, sekarang ini sudah banyak diatas Rp100 ribu. Bahkan, untuk ukuran yang sudah besar mencapai ratusan hingga jutaan rupiah,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Rusdiana, pedagang tanaman hias di kawasan Pedalangan, Semarang. Menurutnya, saat ini yang paling dicari merupakan jenis begonia rex, dengan daun berwarna antar merah, putih dan hijau.

“Daunnya memiliki banyak warna. Selain itu, daunnya juga memiliki banyak bentuk, pola, dan ukuran,” terangnya.

Selain itu, jenis begonia rhizomatous disebut juga begonia non-rex, jenis ini banyak ditanam karena daunnya yang sangat menarik. Kebalikan dengan jenis rex, warna daunnya cenderung gelap dengan warna hitam kehijauan.

“Dalam perawatannya cenderung mudah, meski begonia ini jenis tanaman yang tidak bisa terkena sinar matahari langsung. Jadi, harus diletakkan dalam ruangan atau tempat teduh,” paparnya.

Selain itu, dalam penyiraman juga sebaiknya tidak terkena daun tanaman secara langsung, namun cukup pada tanah di sekitar. “Jika terkena air, tanaman akan mudah busuk. Penyiraman pun bisa dilakukan 2-3 hari sekali. Tidak perlu setiap hari,” jelasnya lagi.

Dijelaskan, untuk menghasilkan daun yang banyak dan tanaman sehat, pemupukan juga perlu dilakukan. Umumnya, bisa menggunakan pupuk daun yang banyak dijual di pasaran.

“Ikuti tata cara pemupukan, termasuk takaran yang diperlukan. Umumnya, satu tutup botol pupuk cair, bisa dilarutkan dengan satu liter air. Setelah tercampur, kemudian disemprotkan pada tanaman. Pemupukkan ini bisa dilakukan seminggu sekali,” jelas Diana.

Layaknya tanaman lainnya, hama penyakit pun bisa menyerang begonia, seperti kutu putih, tungau, thrips, lalat putih, embun tepung, busuk batang, rimpang busuk, dan nematoda.

“Jika menemukannya, hama bisa langsung diambil dan dibuang. Sementara, untuk mencegah bisa disemprot dengan pestisida, baik alami atau nabati, atau kimia. Mudah-mudahan dengan cara ini, tanaman begonia terus tumbuh subur,” pungkasnya.

Lihat juga...