Belum Selesai Dibangun, Gedung Juang 45 jadi Kawasan Wisata

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Revitalisasi Gedung Juang 45 di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat belum selesai. Tapi lokasi halaman depannya sudah ramai dikunjungi untuk berwisata, sekadar berswafoto.

Kondisi wajah baru gedung bersejarah yang dijadikan museum di Jalan Sultan Hasanudin, atau jalur Pantura, Desa Setia Darma tersebut, terlihat mencolok dan cukup menarik perhatian pengguna jalan. Saat ini tidak ada pagar menjulang tinggi seperti sebelumnya, tapi dibatasi kolam air terbuka sehingga warga tidak bisa langsung ke dalam.

Untuk akses masuk warga harus tetap melalui pintu masuk yang dijaga Satpam dan petugas. Saat Cendana News meminta izin masuk ke dalam oleh Satpam dilarang dan harus izin ke Dinas Pariwisata.

Pantauan di lokasi, banyak warga yang mampir hanya untuk berswafoto, di halaman depan dengan latar belakang Gedung Juang 45 yang sudah dipercantik tersebut. Diketahui gedung bersejarah tersebut sudah lama terbengkalai, dan setahun ini mulai diperbaiki.

Siti, warga dari Ciketing Udik, Kota Bekasi, mengaku terpesona dengan tampilan baru Gedung Juang 45 yang sudah berubah dengan konsep baru. Di depan ada kolam dan di tengah tepat di tepi jalan ada tugu desain khusus yang di atasnya menyerupai batu hitam.

Siti, warga Bekasi, saat pose di tugu pahlawan di halaman depan Gedung Juang 45, Minggu (27/12/2020) – Foto: Muhammad Amin

“Enak tempat nongkrong sekarang dengan banyaknya tempat duduk di halaman depan museum. Sambil berswafoto latar belakang gedung tua sekarang disulap jadi lebih menarik,” papar Siti.

Warga lain dari Lambang Sari bernama Anggraini, mengaku penasaran dengan kondisi kekinian Gedung Juang 45 yang tidak jauh dari rumahnya tersebut. Dikatakan bahwa sekarang Gedung Juang 45 tidak angker lagi, dan menjadi tempat nongkrong baru.

Menurutnya, Gedung Juang 45 sempat dikenal sebagai tempat angker dan jarang dikunjungi. Hanya dipakai tempat syuting oleh beberapa komunitas. Tapi sekarang, pagar menjulang tinggi dirobohkan. Jadi kesannya terbuka dan siapa pun yang melintas bisa melihat langsung panorama baru Gedung Juang 45.

Diketahui sebelumnya, Gedung Juang 45 hanya dipakai sebagai tempat perkumpulan latihan silat setiap Minggu. Setiap Cendana News hadir di lokasi tersebut juga selalu sepi, karena gedung kosong tidak terisi apa pun. Jalanan yang luas juga hanya dibiarkan begitu saja.

Sekarang sudah banyak direvitalisasi, seperti taman yang menyediakan berbagai tempat duduk, bebatuan, kolam di bagian depan, dan lainnya. Gedung lambang perjuangan rakyat Bekasi itu kini juga berubah total, meskipun sampai sekarang gedung belum dibuka untuk umum.

Rencananya, gedung tersebut setelah diresmikan dibuka untuk umum, maka di dalam gedung utama akan ada ruang pameran serta perpustakaan digital, untuk melihat konsep pembangunan Kabupaten Bekasi.

Informasi di lokasi, saat ini halaman depan Gedung Juang 45 tersebut mulai sore hingga malam terus dikunjungi oleh warga sekitar, menjadi tempat baru berwisata untuk menghabiskan waktu. Pada malam hari, gedung akan kian indah dengan aneka warna-warni lampu.

Lihat juga...