Belum Semua Bantuan Benih Jagung untuk Sikka Disetujui Pemerintah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Meskipun sudah memasuki musim tanam, usulan bantuan benih jagung untuk kebutuhan para petani jagung di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum semua diakomodir pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.

Petani jagung Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, NTT, Fransia Nona saat ditemui di kebun jagungnya, Senin (21/12/2020). foto : Ebed de Rosary

Kebutuhan benih jagung sangat dibutuhkan petani di Kabupaten Sikka, mengingat musim tanam 2019/2020 banyak yang mengalami gagal panen akibat serangan hama ulat grayak dan kekeringan berkepanjangan.

“Bantuan benih jagung baru terealisasikan untuk lahan seluasa 2.500 hektare,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, NTT, Kristianus Amstrong saat dihubungi Cendana News, Senin (21/12/2020).

Amstrong menyebutkan, usulan yang diajukan ke pemerintah pusat melalui Dinas Pertanian, Provinsi NTT untuk lahan jagung seluas 9.500 hektare sehingga masih kekurangan benih untuk lahan sejumlah 7.000 hektare.

Dia katakan, dana untuk pembelian benih berasal dari APBN yang disalurkan melalui dana Dekon Dinas Pertanian Provinsi NTT sebanyak 37,5 ton untuk lahan seluas 2.500 hektare saja.

“Bantuan benih jagung sebanyak 10 ton untuk lahan seluas 7 ribu hektare masih belum terealisasi. Katanya akan disalurkan melalui anggaran di tahun 2021 dan akan dicairkan bulan Januari 2021,” ucapnya.

Lihat juga...