Benih Impor Ilegal Masuk Sorong, Dimusnahkan

SORONG — Kantor Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Sorong, Provinsi Papua Barat, memusnahkan media pembawa organisme pengganggu tanaman karantina (OPTK) dan hama penyakit hewan karantina (HPHK) berupa benih yang masuk dari luar negeri tanpa izin.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Sorong I Wayan Kertanegara di Sorong, mengatakan benih yang dimusnahkan adalah benih sayur dan benih bunga mawar asal Malaysia.

Selain itu, benih tanaman hias asal China, kacang pistachio asal New Zealand, bibit philodendron dan benih aglaonema asal Kepulauan Salomon.

Dia menjelaskan benih berasal dari empat negara tersebut masuk Kota Sorong melalui jasa pengiriman Kantor Pos selama periode Desember 2020.

Benih impor tersebut masuk Sorong tanpa disertai dengan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan atau Phytosanitary Certificate.

Selain itu, lanjut dia, tidak disertai dengan Surat Izin Pemasukan dari Menteri Pertanian (SIP Mentan) serta tidak ada pemiliknya.

Pihaknya tidak mengetahui pasti kondisi benih-benih impor tersebut apakah bebas penyakit karena berasal dari luar negeri sehingga dimusnahkan agar tidak menjangkiti tanaman-tanaman yang sama di wilayah Sorong.

“Benih tersebut dari luar negeri dan kita tidak mengetahui penyakit-penyakit tumbuhan yang ada di sana, apalagi benih ini tidak ada pemiliknya sehingga dimusnahkan agar tidak membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Dia menjelaskan pemusnahan benih impor ini salah satu tugas dan tanggung jawab Kantor Stasiun Karantina Pertanian guna melindungi masyarakat setempat dari penyakit yang masuk melalui media pembawa tersebut. (Ant)

Lihat juga...