Berdayakan Masyarakat, Program DCML Kedungkandang Sentuh Berbagai Sektor Kehidupan

Editor: Mahadeva

MALANG – Sejak ditetapkan sebagai Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Kedungkandang di 2018, berbagai program pemberdayaan telah dihadirkan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) di kelurahan Kedungkandang. Semuanya memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa tersebut.

Tercatat, setidaknya terdapat 10 program pemberdayaan yang telah dihadirkan Damandiri melalui Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri. Mulai dari sektor sosial, ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.

Pengelola KUD Suluh Sejahtera Mandiri, Dian Novianti Widiasari menyebut, di 2018 Damandiri telah menghadirkan program simpan pinjam Tabur Puja, yang kini berganti nama menjadi Modal Kita. Selama kurang lebih tiga tahun berjalan, unit Modal Kita kini telah memiliki 1.127 orang anggota. “Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.032 orang anggota sudah pernah melakukan pinjaman, dan sisanya 95 anggota belum pernah mengajukan pinjaman,” sebutnya saat ditemui di kantornya, Sabtu (26/12/2020).

Dana yang dikelola KUD Suluh Sejahtera Mandiri, hingga saat ini terus mengalami peningkatan. Dari pinjaman di awal dengan KBSM sekitar 2,3 Miliar, saat ini omsetnya sudah mencapai 3,56 Miliar. Data tersebut adalah kondisi hingga November 2020.

Program Modal Kita disebutnya, turut mendorong munculnya UKM-UKM baru di kelurahan Kedungkandang. Jika di awal pencanangan DCML Kedungkandang di 2018 jumlah pelaku usaha hanya 590 orang. Saat ini di 2020 jumlahnya sudah berkembang menjadi 1.032 orang pelaku usaha. “Jadi ada penambahan 442 pelaku usaha,” jelasnya.

Manajer Umum KUD Suluh Sejahtera Mandiri, Agung Hasto Saptono di kantornya, Kamis (24/12/2020). Foto: Dok Agus Nurchaliq

Masih di 2018, Damandiri juga menghadirkan program bedah rumah. Pad awalnya hanya diberikan kepada 10 Kepala Keluarga (KK) penerima, yang kondisi rumahnya tidak layak huni. Lima rumah lokasinya ada di RW 03 dan lima rumah di RW 05. “Jadi total anggaran untuk bedah rumah 250 juta,” ungkapnya.

Di 2018, juga ada program pembangunan taman baca dan pengadaan buku bacaan dengan anggaran Rp50 juta. Sementara di 2019, Damandiri menghadirkan program lantainisasi dan jambanisasi bagi warga DCML Kedungkandang. Kegiatan tentu menyasar rumah warga yang lantainya masih berupa tanah dan belum memiliki jamban.

Pelaksanaan program laintainisasi dan jambanisasi sudah dilakukan dua tahap. Pada tahap pertama, kegiatan lantainisasi diberikan kepada 70 KK. Sedangkan untuk bantuan pembuatan jamban diberikan kepada 57 KK. Di tahap ke-dua, lantainisasi diberikan kepada 61 KK dan pembuatam jamban kepada 34 KK. “Anggaran untuk lantainisasi masing-masing KK mendapatkan bantuan Rp1,5 juta dan Rp500 ribu untuk pembuatan Jamban,” jelasnya.

Selanjutnya di sektor pendidikan, di 2019 Damandiri menghadirkan beberapa program sekaligus. Seperti bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) indor dengan anggaran senilai Rp7 juta. Bantuan diberikan kepada tujuh sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di RW 1 sampai RW 7. Serta anggaran Rp5 juta untuk renovasi dua gedung sekolah PAUD di RW 03 dan 04.

Pemberian beasiswa PAUD sebesar Rp25 ribu juga diberikan kepada 75 anak di tujuh sekolah PAUD selama satu tahun, dengan total anggaran Rp22,5 juta. “Di 2019, KUD Suluh Sejahtera Mandiri sebagai kepanjangan tangan Damandiri juga menyelenggarakan pelatihan PAUD dasar dengan anggaran Rp30,6 juta yang dihadiri kurang lebih 35 guru PAUD, serta pelatihan lanjutan dengan anggaran Rp32,5 juta,” ungkapnya.

Bantuan Posyandu Balita sebesar Rp500 ribu, juga diberikan kepada tujuh posyandu balita yang ada di RW 1 sampai RW 7, dengan total anggaran Rp3,5 juta. Di awal 2020, Yayasan Damandiri menggelontorkan modal awal sebesar Rp100 juta untuk Warung Modal Kita, yang kini telah memiliki omset Rp20 juta hingga Rp 25 juta rupiah per-bulan. Tidak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian kepada warga terdampak COVID-19, yayasan Damandiri memberikan bantuan sembako kepada 564 KK dengan total anggaran Rp56,4 juta. “Jadi masing-masing KK mendapatkan bantuan sembako senilai Rp100 ribu berupa beras lima kg dan telur dua kg,” rincinya.

Manajer Umum KUD Suluh Sejahtera Mandiri, Agung Hasto Saptono menyampaikan, program DCML Kedungkandang dari Yayasan Damandiri, mampu menurunkan angka kemiskinan sekitar 20 persen. Dari yang awalnya ada 825 KK miskin di 2018, saat ini tercatat masih ada 659 KK atau berkurang 166 KK. “Penurunan angka kemiskinan tersebut dapat kita lihat dari meningkatnya nilai pinjaman yang anggota koperasi ajukan. Misal, jika sebelumnya mereka hanya mampu meminjam maksimal sekitar satu juta, sekarang sudah bisa pinjam di atas Rp2 juta atau maksimal Rp5 juta,” terangnya.

Lihat juga...