Berisiko Merusak Alam, Pertambangan Wajib Kantongi Izin Usaha

Editor: Makmun Hidayat

Montty menggarisbawahi, bagi pelaku usaha yang melakukan peningkatan nilai tambah batubara, akan diberikan insentif berupa pengenaan royalti batubara hingga sebesar nol persen (0%).

“Royalti sebesar nol persen ini diterapkan atas jumlah/tonase batubara yang digunakan di dalam negeri untuk keperluan peningkatan nilai tambah,” tutur Montty.

Di forum yang sama, Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kemenko Perekonomiam, Elen Setiadi menyampaikan sisi lain dari UU Cipta Kerja.

Menurut Elen, kegiatan usaha yang memang tidak berdampak besar terhadap alam, maka akan diberlakukannya pengawasan yang ketat atas pelaksanaan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) dari satu kegiatan usaha.

“Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan memastikan bahwa kegiatan usaha tersebut memenuhi NSPK yang telah ditetapkan,” kata Elen.

Sementara untuk kegiatan usaha yang sama sekali tidak memiliki atau sangat kecil resikonya terhadap kelestarian alam, maka cukup dengan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sudah bisa memulai kegiatan usahanya.

“Jadi UMKM ini kan mayoritas usahanya tidak punya resiko tinggi, maka cukup dengan NIB saja. Semisal, pengusaha yang bergerak di bidang telekomunikasi, multimedia, dan informatika dalam memanfaatkan jaringan listrik. Mereka tidak perlu lagi mendapatkan izin pemanfaatan jaringan untuk melakukan kegiatan usahanya, cukup dengan mendaftarkan NIB-nya dan mendapat persetujuan dari pemilik jaringan,” pungkas Elen.

Lihat juga...