Lebaran CDN

BOP Labuan Bajo Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Flores

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) diperkirakan booming sebab operator bandara Komodo juga merupakan operator bandara Changi Singapura.

Pelaku pariwisata memperkirakan hal ini terjadi sebab juga akan ada penerbangan dari Singapura langsung ke Labuan Bajo yang bisa mencapai 2 sampai 3 pesawat per hari dengan tidak transit lagi di Bali maupun Lombok.

“Penetapan Labuan Bajo sebagai Badan Otoritas Pariwisata (BOP) pasti akan meningkatkan kunjungan wisatawan,” kata Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Kabupaten Sikka, Ignasius Kasar, saat ditemui Cendana News di tempat usahanya di Dusun Wairhubing, Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, Minggu (20/12/2020).

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Sikka, NTT, Ignasius Kasar, saat ditemui di tempat usahanya di Dusun Wairhubing, Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, Minggu (13/12/2020). Foto: Ebed de Rosary

Ignas sapaannya mengatakan, apalagi dari 10 BOP yang ada, BOP Labuan Bajo menempati peringkat pertama sehingga wisatawan pasti akan ke Labuan Bajo dan wilayah lainnya di Pulau Flores.

Menurut pemilik Blue Ocean Eco Cottage ini, 3 tahun lagi setelah pertemuan KTT G20 tahun 2023 di Labuan Bajo juga akan terjadi booming wisatawan di Pulau Flores dan NTT.

“Labuan Bajo kota sempit dan kecil sehingga ruang gerak berkurang. Ini yang membuat wisatawan akan bergerak ke wilayah timur Pulau Flores,” ungkapnya.

Ignas menambahkan, wisata super premium Labuan Bajo membuat turis yang datang ke Labuan Bajo pasti wisatawan yang kaya sebab biayanya mahal.

Hal ini kata dia, juga akan membuat wisatawan kelas menengah dan backpacker  membanjiri tempat wisata lainnya di Pulau Flores.

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTT, Agustinus Manua Bataona, mengatakan, sejak merebaknya pandemi Corona sebanyak 45 ribu wisatawan telah membatalkan kunjungannya ke Labuan Bajo dan Flores.

Agus sapaannya juga membenarkan, bahwa akan ada peningkatakan kunjungan wisatawan setelah pandemi Corona berakhir yang diperkirakan terjadi tahun 2021 nanti.

“Banyak wisatawan juga yang masih belum masuk daftar tunggu dan mereka menanti setelah pandemi Corona berakhir, maka akan langsung berlibur ke Labuan Bajo dan Flores,” ucapnya.

Menurut Agus, situasi pandemi Covid-19 membuat warga negara asing yang selalu berwisata keliling dunia menjadi jenuh sehingga mereka ingin pandemi segera berakhir agar bisa berlibur.

“Musim puncak kunjungan wisatawan diperkirakan terjadi saat bulan April sampai Agustus tahun 2021 nanti. Banyak wisatawan asing yang saya tanyai mengaku, sudah jenuh dan ingin segera berlibur saat negaranya memperbolehkan,” ungkapnya.

Lihat juga...