BPTD: Kendaraan ODOL Rugikan Negara Hingga Rp43 triliun

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Sejumlah kendaraan ekspedisi asal pulau Sumatera tujuan pulau Jawa dihentikan pada pintu masuk pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Petugas dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Bengkulu Lampung melakukan pengukuran, pendataan dan pemasangan stiker.

Ahmad Wahyu Widodo, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPTD Wilayah VI Bengkulu Lampung menyebut angka kecelakaan, kerusakan jalan meningkat imbas kendaraan ODOL. Kendaraan ODOL atau over dimension over load merupakan kendaraan yang melanggar kelebihan dimensi dan kelebihan muatan angkut barang.

Sebagai upaya pencegahan kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, kecelakaan Kementerian Perhubungan terus melakukan sosialisasi. Komitmen para pemangku kepentingan melalui pengusaha ekspedisi, pengemudi pelanggaran kelebihan dimensi dan muatan barang terus ditekan. Sebab sesuai kalkulasi Kementerian PUPR kerugian negara mencapai Rp43 triliun imbas kendaraan ODOL.

“Sejak setahun terakhir upaya sosialisasi terus digencarkan agar kendaraan ODOL bisa dikurangi bahkan ditiadakan, sebab kebijakan tersebut akan menguntungkan semua pihak terutama pengusaha, pengemudi, penyedia jalan, jembatan dan operator kapal di pelabuhan penyeberangan,” terang Ahmad Wahyu Widodo saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (19/12/2020)

Ahmad Wahyu Widodo (tengah),Penyidik Pegawai Negeri Sipil di BPTD Wilayah VI Bengkulu-Lampung saat sosialisasi kendaraan ODOL di pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (19/12/2020). Foto: Henk Widi

Moda transportasi darat menggunakan truk dan kendaraan ODOL sebut Ahmad Wahyu Widodo masih jadi pilihan pengusaha ekspedisi. Namun saat terjadi kejadian rem blong di pelabuhan Bakauheni, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), kerugian material, nyawa dan kerusakan infrastruktur pendukung tidak terhindarkan.

Aturan sanksi pelanggaran muatan ODOL sebut Ahmad Wahyu Widodo mengacu pada UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 277 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan. Kendaraan truk over dimensi dan over muatan terancam pidana penjara 1 tahun penjara dan denda Rp24juta.

“Bekerja sama dengan pihak kepolisian tindakan bukti pelanggaran hingga sidang pengadilan telah diterapkan dalam upaya mengurangi kendaraan ODOL,” cetusnya.

Lihat juga...