BSI Terus Dukung UMKM Melalui KUR

Editor: Koko Triarko

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, pada Milad BNI Syariah 1 Dekade Berhasanah yang digelar secara virtual di Jakarta, Jumat (19/6/2020). Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA – Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, mengatakan pengelolaan bank syariah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hasil merger akan terus memberikan dukungan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui produk layanan keuangan syariah. 

Apalagi, dalam rancangan merger telah dicantumkan komitmen dukungan bank hasil penggabungan bernama Bank Syariah Indonesia (BSI) kepada UMKM.

“BSI akan terus mendukung pelaku UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Firman, berdasarkan rilis yang diterima Cendana News, Selasa (22/12/2020) pagi.

Dia juga menegaskan, bahwa BSI sebagai jangkar dalam ekosistem halal yang mendukung visi untuk menjadikan Indonesia pusat ekonomi syariah dunia.

“BSI dalam pengelolaan akan menyasar UMKM dari sektor halal,” ujarnya.

Firman menyebut, BNI Syariah telah banyak membantu para pelaku usaha kecil dan mikro, khususnya di sektor industri halal.

“Kami pastikan sinergi sektor industri halal ini akan tetap berlanjut, hingga nanti di saat efektif penggabungan bank syariah BUMN pada tanggal 1 Februari 2021,” imbuhnya.

Apalagi, menurutnya, BNI Syariah telah ditunjuk pemerintah sebagai salah satu bank penyalur KUR. Dalam penyalurannya, telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk pembiayaan investasi bagi pedagang. Sehingga mereka bisa mandiri dan mampu memiliki tempat usaha.

Selain itu, sinergi dengan Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) atau Yayasan Simpul Energi Pesantren, guna pemanfaatan produk dan jasa layanan keuangan syariah.

“Kami juga menyalurkan pembiayaan warung mikro di lingkungan pesantren,” tukasnya.

Lebih lanjut disampaikan, dalam penyaluran dana pada segmen UMKM dari merger tiga bank syariah, yakni PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS), akan mencapai 23 persen dari total pembiayaan pada Desember 2021.

Tercatat hingga September 2020, nilai total pembiayaan UMKM yang dimiliki tiga bank syariah hasil merger mencapai Rp 36,36 triliun.  Angka tersebut terdiri dari pembiayaan UMKM milik BRI Syariah sebesar Rp 18,7 triliun, BSM Rp 11,67 triliun, dan BNI Syariah Rp 5,99 triliun.

Dalam pengembangannya, BSI diprediksi mencapai aset sebesar Rp214, triliun, dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun. Pencapaian ini dipastikan BSI masuk dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia.

“Kalau dari sisi aset kapitalis pasar, BSI masuk TOP 10 bank syariah terbesar di dunia dalam 5 tahun ke depan,” pungkasnya.

Lihat juga...