Budidaya Kerang Abalon Jadi Tumpuan Baru Ekonomi Pesisir

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pengembangan inovasi teknologi budidaya untuk meningkatkan produksi kerang abalon. Diketahui kerang abalon merupakan komoditas yang relatif masih baru dan belum banyak dibudidayakan di Indonesia.

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPUI2K) Karangasem Bali telah berhasil dalam teknik pembenihan dan pengembangan teknologi budidaya kerang abalon.

Gastropoda laut bernama latin Haliotis sp ini akan mampu memberikan peranan yang penting bagi perekonomian masyarakat pesisir, tidak hanya untuk dimakan atau dijual di pasar lokal, namun juga diekspor ke beberapa negara seperti Asia, Eropa dan Amerika Serikat.

“Pengembangan budidaya abalone  sangat potensial dilakukan di Indonesia mengingat perairan laut kita masih sangat luas dan cocok,” ungkap Slamet Soebjakto, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, dalam keterangannya di Jakarta yang diterima Cendana News, Senin (21/12/2020).

Dikatakan bahwa budidaya abalon menjadi alternatif atau tambahan penghasilan bagi masyarakat sekaligus memberikan dampak positif secara ekologi. Dengan budidaya, tidak terjadi lagi eksploitasi sumber daya abalon di alam.

Menurutnya, dalam pengembangan budidaya abalon perlu diperhatikan kelayakan lokasi untuk budidayanya berdasarkan kondisi fisik perairan, kondisi kimia dan akses ke lokasi budidaya.

“Perairan terlindung dan aman untuk membangun kontruksi budidaya, kemudian aksesibilitas juga perlu diperhatikan seperti lokasi budidaya mudah dijangkau dan keamanan terjamin” lanjutnya memberi catatan perairan harus bebas dari pencemaran, buangan industri, limbah pertanian ataupun limbah rumah tangga.

Lihat juga...