Cegah Kerumunan Malam Tahun Baru, Ini Upaya Pemkot Bekasi

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Effendi, menginstruksikan pada malam tahun baru, 31 Desember 2020 dan 1 Januari 2021 agar kegiatan termasuk hotel, tempat hiburan dan tempat wisata, tutup. Keputusan tersebut telah disepakati dan akan dibuatkan imbauan resmi.

“Kesepakatan bersama Forkopimda, untuk menghindar terjadinya potensi kerumunan pada malam pergantian tahun baru, ini disepakati dan akan dibuatkan imbauannya,” tegas Rahmat Effendi, usai memimpin Rakor tiga Pilar pengamanan malam Natal dan tahun baru serta Operasi Lilin Jaya, Kamis (17/12/2020).

Dikatakan, pemerintah tidak melarang kegiatan ibadah bagi warga yang merayakan Natal. Tetapi sudah ditetapkan tidak lebih dari 30 orang di rumah ibadah, ruko atau lainnya. Sisanya bisa lakukan video virtual di rumah masing-masing agar tidak ada penambahan kembali terpaparnya.

“Besok kami akan menggelar Rakor bersama pemuka agama, tokoh agama dan Forkopimda untuk memberikan sosialisasi tegas,” tandasnya.

Menurutnya antisipasi malam Natal dan tahun baru pada masa ATHB pandemi Covid 19 di Kota Bekasi, perlu diperketat lagi. Pasalnya pada awal Desember ini, telah terjadi peningkatan dalam terpaparnya Covid-19. Angka kematian dari 1,3 menjadi 1,9, angka kesembuhan dari 96 menurun jadi 93 persen.

Untuk itu, ia menegaskan  agar camat yang wilayah kerjanya mengalami zona merah ada 43 kelurahan walau angka di RW hanya 10 persen dari jumlah jiwa di Kota Bekasi, untuk melakukan sosialisasi penggalakkan kembali 3 M di masyarakat dan pengontrolan dari kepala puskesmas untuk terus men-traking keluarga para pasien positif.

Pemerintah juga memberikan penegasan bagi para ASN muslim untuk tidak mengambil cuti pada tahun baru ini, kecuali yang beragama non muslim atau yang merayakan natal untuk tetap mengikuti kegiatan ibadah.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Wijonarko, dalam arahannya menyampaikan sudah menyiapkan SOP dalam pengamanan Nataru tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Namun demikian dia memastikan siaga dalam antisipasi kerumunan  pada malam natal dan tahun baru.

“Prinsipnya, Polrestro Bekasi Kota setuju jika tempat hiburan dan wisata ditutup selama perayaan malam tahun baru agar kita bisa memastikan warga tidak ada yang mengikuti kegiatan tersebut,”tegasnya.

Wijonarko juga menekankan tidak ada petasan petasan ataupun kembang api yang akan menjadi kerumunan warga untuk melihat. Hal lain seperti  personel Polres diimbau pada malam natal dan tahun baru untuk mengecek kegiatan ibadah di gereja disarankan hanya dari luar tidak perlu sampai masuk ke dalam.

“Begitu pun titik titik kumpul para warga yang dikhawatirkan tetap lakukan kegiatan malam tahun baru untuk segera ditindak dan dijaga di wilayah masing-masing,”tandasnya.

Ia berharap semua pihak yang merayakan Natal yang sebelumnya bisa di gereja, mall ataupun ruko, dengan kondisi sekarang bisa memaklumi. Kapolres menyarankan kepada Pemerintah Kota untuk menetapkan 50 persen berada di gereja sisanya mengikuti kegiatan keagamaan di rumah saja dengan video virtual.

Dandim 0507 Bekasi Letkol Arm Iwan Aprianto, dalam arahannya menyambut Nataru 2021, menegaskan proses pengamanan menjadi perintah dari atasan langsung dalam keamanan wilayah Kota Bekasi dan 100 persen dari Kodim 0507 Bekasi mendukung dan membantu Polres yang diamanatkan untuk penjagaan di wilayahnya.

Diketahui dalam rangka menyambut Hari Natal dan Tahun Baru 2021, Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 452/ 7194 -Setda.Kesos Tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021 Menerapkan Protokol Kesehatan 3M Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid 19 Pada Masa Pandemi di Kota Bekasi.

Surat Edaran ini dikeluarkan sebagai bentuk respon atas kerinduan umat beragama untuk kembali melaksanakan ibadah di rumah ibadah masing-masing dengan tetap menaati protokol kesehatan, terutama dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Pemerintah Kota Bekasi mengimbau kepada seluruh kepala perangkat daerah, Persekutuan Gereja Indonesia, tokoh masyarakat, pimpinan umat Kristiani, organisasi masyarakat dan seluruh elemen masyarakat di Kota Bekasi untuk membantu pelaksanaan monitoring dan pengawasan penanganan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam Adaptasi Tatanan Hidup Baru Masyarakat Produktif Aman Covid-19 pada wilayah rawan terdampak, secara masif kepada masyarakat Kota Bekasi khususnya pada saat kegiatan perayaan Natal dan menyambut Tahun Baru 2021.

Lihat juga...