Cina Akan Hapus Data Pribadi Terkait Perundungan Pasien Covid-19

BEIJING – Dewan Pemerintahan Cina sedang menyusun peraturan mengenai penghapusan data pribadi warga setempat setelah 60 hari masa darurat kesehatan Covid-19, sebagai pertimbangan atas munculnya kasus seorang pasien di Provinsi Sichuan yang mengalami perundungan.

Institusi yang fungsinya seperti kabinet tersebut akan memerintahkan satu lembaga yang selama ini mengumpulkan data personal, untuk menghapusnya dalam waktu tertentu, demikian media Cina melaporkan, Rabu.

Selama ini, otoritas pencegahan dan pengendalian wabah Covid-19 mengumpulkan data personal di satu tempat yang ditemukan kasus positif.

Data personal tersebut mencakup nomor identitas kependudukan, nomor telepon seluler, dan bahkan pemindaian wajah.

Beberapa kota di Cina, terutama Beijing, menerapkan kode kesehatan di setiap area publik, seperti stasiun kereta api, bandar udara, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, dan instansi pelayanan umum.

Lihat juga...