Cuaca Buruk, Nelayan di Lamsel Istirahat Melaut

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Kondisi cuaca buruk didominasi angin kencang dan gelombang tinggi di Selat Sunda berimbas sejumlah nelayan tidak melaut. Samsul, salah satu nelayan di dermaga Muara Piluk, Bakauheni, Lampung Selatan memilih istirahat sejak sepekan terakhir. Faktor keselamatan jadi penyebab nelayan tidak melaut.

Isi waktu istirahat melaut Samsul memilih memancing ikan di sekitar dermaga. Pemilik perahu bagan congkel tersebut mengaku mendekati pergantian tahun perubahan cuaca kerap terjadi. Perubahan cuaca terjadi di perairan Selat Sunda didominasi angin timur berimbas nelayan tetap melaut di lokasi yang tidak jauh dari pantai dan pulau pulau kecil di dekat Bakauheni.

Selama istirahat melaut Samsul hanya mengandalkan uang tabungan. Uang hasil tabungan diperoleh dari proses penjualan ikan asin, teri rebus yang disimpan dalam bentuk kering. Proses memancing ikan yang dilakukan di sekitar dermaga sebutnya bisa memperoleh ikan semadar,selar yang digunakan untuk membuat ikan asin.

“Selama tidak melaut akibat cuaca buruk penghasilan nelayan tidak menentu sehingga kami hanya bisa mendapat sumber pendapatan dari sektor lain,sebagian nelayan memilih beralih menjadi tukang ojek di pelabuhan Bakauheni,” terang Samsul saat ditemui  Cendana News di dermaga Muara Piluk, Senin (21/12/2020).

Kondisi cuaca berimbas nelayan tidak bisa melaut menurut Samsul diprediksi akan berlangsung hingga akhir tahun mendatang. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat menurutnya berdampak bagi terpukulnya sektor usaha nelayan tangkap. Ia berharap kondisi cuaca di perairan Selat Sunda kembali bersahabat sehingga ia bisa mencari nafkah buat keluarga.

Selain di dermaga Muara Piluk, Bakauheni sejumlah nelayan memilih istirahat melaut saat cuaca buruk. Hasan,salah satu nelayan di dermaga Bom Kalianda menyebut mengisi waktu saat tidak melaut dengan melakukan perbaikan alat tangkap. Perbaikan alat tangkap dilakukan pada jaring dan alat pancing pada perahu kasko miliknya.

Lihat juga...