Dalam Setahun, Damandiri Berdayakan 497 Warga Desa Cilongok

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Kendati masih seumur jagung,  program pemberdayaan keluarga berbasis desa di Cilongok, kabupaten Banyumas, Desa Cerdas Mandiri Lestari, telah menumbuhkan 277 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Program pemberdayaan Yayasan Damandiri ini juga telah membuka kawasan usaha produksi gula kristal dan budi daya lele. Di akhir tahun ini, Damandiri bahkan memulai progam usaha baru, peternakan bebek, untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Upaya pemberdayaan Yayasan Damandiri mulai dirasakan masyarakat desa-Kecamatan Cilongok, dalam waktu setahun terakhir. Pembentukan Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilongok yang diikuti dengan pendirian Koperasi Utama Sejahtera Mandiri pada Juli 2019, kini bahkan terus melebarkan sayap ke berbagai bidang usaha, untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program pemberdayaan ataupun bantuan sosial, dikucurkan melalui koperasi yang baru berbadan hukum pada pertengahan 2019 tersebut. Mulai dari bantuan lantainisasi, jambanisasi, hingga bantuan pinjaman modal usaha tanpa agunan, Modal Kita, untuk para pelaku UMKM.

Manajer Keuangan Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Meta Teja Ningrum, di kantornya, Rabu (16/12/2020). -Dok: CDN

Pengurus Koperasi Utama Sejahtera Mandiri, Riyan Hidayat, mengatakan program lantainisasi sudah diberikan kepada 160 rumah di desa tersebut, dan program jambanisasi menyentuh 60 keluarga prasejahtera.

“Besarnya bantuan lantainisasi bervariasi, sesuai ukuran luas bangunan rumah. Rata-rata setiap rumah diberi bantuan berkisar Rp1,5 juta dan pengerjaannya dilakukan secara gotong-royong oleh masyarakat desa secara bergiliran,” katanya.

Salah satu penerima bantuan lantainisasi, Nurul Hidayah, mengatakan sekarang ini rumahnya sudah berlantai, sehingga aktivitas di dalam rumah lebih nyaman dan bersih. Terlebih lagi, ia masih memiliki balita dan ada ibunya yang sudah berusia lanjut.

“Sekarang kegiatan di dalam rumah lebih nyaman dan bersih, karena sudah berlantai, aktivitas anak saya yang masih balita seringnya kan di lantai,” tutur Nurul.

Sementara itu di bidang pemberdayaan ekonomi, Yayasan Damandiri melalui program Modal Kita, telah menyalurkan pinjaman bantuan modal usaha hingga Rp697 juta untuk masyarakat desa Cilongok.

Manajer Keuangan Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Meta Teja Ningrum, mengatakan sampai saat ini keanggotaan Modal Kita sudah mencapai 277 orang. Sehingga sudah ada 277 pelaku UMKM di Desa Cilongok yang tersentuh bantuan pinjaman Modal Kita, untuk peningkatan ekonomi mereka.

“Jika digabungkan dengan bantuan sosial yang sudah disalurkan selama ini, maka sudah ada 497 warga desa yang tersentuh bantuan dari Yayasan Damandiri,” jelas Meta.

Sementara Manajer Umum Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Lasworo Suyono, mengatakan program Modal Kita terbukti mampu meningkatkan perekonomian warga. Indikasi tersebut terlihat dari banyaknya pinjaman bantuan modal yang top up atau ditambah. Misalnya pinjaman awal Rp2 juta, kemudian karena usahanya mengalami perkembangan yang cukup bagus, pinjaman di-top up menjadi Rp5 juta.

“Banyak nasabah Modal Kita yang top up pinjamannya, artinya usaha mereka berkembang bagus,” kata Lasworo.

Saat ini, keanggotaan koperasi di Desa Cilongok mencapai sekitar 800 orang. Tahun depan, Lasworo mengatakan target keanggotaan koperasi ditingkatkan hingga 1.500 orang.

“Jumlah KK di Desa Cilongok ini ada sekitar 3.000, dan saat ini keanggotaan koperasi kita sudah 800 orang. Kita ingin menyentuh sampai 80 persen dari  keluarga prasejahtera, tetapi tentu saja secara bertahap. Dan untuk tahun depan, kita targetkan keanggotaan koperasi bisa mencapai 1.500 KK,” jelasnya.

Selain program-program tersebut, Damandiri juga membuka satu kawasan usaha yang berisi berbagai macam unit usaha. Hanya saja karena masih dalam proses penjajagan dan penyesuaian pasar, beberapa unit usaha tersebut masih sering beralih. Usaha yang sampai saat ini masih berjalan dan mengalami perkembangan adalah produksi gula kristal dan budi daya lele.

“Dua usaha ini akan kita genjot tahun depan, ditambah dengan usaha budi daya bebek dan kita libatkan kelompok tani, sehingga kehadiran Yayasan Damandiri makin luas dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.

Menurut Lasworo, meskipun sudah berdiri sekitar 1,5 tahun, manfaat dari berbagai program Yayasan Damandiri baru mulai terasa satu tahun terakhir ini. Pembangunan pusat usaha di dapur komunal juga menjadi ajang bagai anak-anak muda Cilongok untuk belajar berbagai macam jenis usaha.

Lihat juga...