Lebaran CDN

Damandiri Sentuh Bidang Olah Raga dan Sosial

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Untuk menciptakan desa sejahtera, cerdas, mandiri dan bermartabat, faktor kesehatan juga memegang peranan vital. Sementara untuk mendukung terciptanya masyarakat yang sehat, bidang keolahragaan menjadi faktor pendukung yang juga tak kalah penting.

Sebagai upaya nyata pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan, Yayasan Damandiri pun memberikan perhatian khusus di bidang keolahragaan. Melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari di desa Argomulyo, Sedayu, Bantul, bantuan peralatan olah raga disalurkan untuk 14 pedukuhan di desa tersebut.

“Bantuan itu diberikan untuk mendukung PORDES (Pekan Olah Raga Desa) Tahun 2018, Turnamen Sepak Bola Desa Mandiri Lestari Argomulyo Tahun 2018, serta Rintisan Pembentukan SSB (Sekolah Sepak Bola) Argomulyo,” kata Gatot Nugroho, Ketua sekaligus Manajer Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo.

Baca: Pendidikan dan Kesehatan, Penting dalam Upaya Pemberdayaan

Selain memberikan bantuan sarana dan prasarana olah raga bagi 14 pedukuhan, Karang Taruna dan SSB Argomulyo senilai Rp51juta, lanjut Gatot, Yayasan Damandiri juga berkontribusi mendukung sejumlah penyelenggaraan kegiatan keolahragaan lain.

“Di antaranya Kejurda Bola Voli antarklub Senior se-DIY pada 2019, dengan nilai anggaran Rp10juta. Sehingga total anggaran yang telah disalurkan di bidang olah raga ini mencapai Rp61juta,” kata Gatot.

Lebih lanjut Gatot menjelaskan, selain menjalankan sejumlah progam bantuan dan program pemberdayaan, koperasi sebagai kepanjangan tangan Yayasan Damandiri selama ini juga tak pernah berhenti mengadakan program sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

Antara lain menyalurkan bantuan sembako bagi masyarakat kurang mampu saat awal pandemi Covid 19, yakni pada sekitar April 2020. Yayasan Damandiri melalui koperasi memberikan 850 paket bantuan sembako, terutama makanan pokok berupa beras, telur dan minyak goreng kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak, dengan besaran Rp100ribu per KK, dengan total anggaran sebesar Rp85juta.

Gatot mengatakan, berbagai upaya pemberdayaan melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari sejak 2017, selama kurang lebih empat tahun ini target pencapaian diperkirakan sudah 80 persen.

Kendati diakui masih ada sejumlah program yang belum terlaksana sebagai dampak pandemi Covid-19, Gatot mengatakan koperasi akan terus berupaya memperluas koneksi dengan berbagai pihak, termasuk dengan pemangku kepentingan, guna mempercepat upaya pengembangan desa Argomulyo menjadi desa mandiri lestari. Termasuk mensinergikan kegiatan pembangunan desa dengan kegiatan pengembangan usaha koperasi, mengingat hal ini sangat penting dalam upaya menyejahterakan masyarakat desa.

“Mudah-mudahan di 2021, Yayasan Damandiri bisa terus membantu kegiatan ekonomi produktif lewat program-program yang tetap bisa berjalan, seiring dengan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di masa pandemi Covid 19,” pungkas Gatot.

Lihat juga...