Damandiri Turunkan 26,5 Persen Angka Kemiskinan di Desa Krambilsawit

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Sejak dicanangkan sebagai desa binaan Yayasan Damandiri pada tahun 2018 lalu, angka kemiskinan di Desa Krambilsawit, Saptosari, Gunungkidul, Yogyakarta tercatat mengalami penurunan mencapai sekitar 26,5 persen lebih. 

Jika pada periode tahun 2018 lalu, jumlah warga miskin di desa terpencil kabupaten Gunungkidul ini tercatat mencapai sebanyak 735 KK. Maka pada periode 2020 ini, jumlah warga miskin tercatat berkurang menjadi hanya sebanyak 540 KK saja.

Manager Umum Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit, Muhammad Lukman Hakim, didampingi Manager Usaha Emi Malina mengatakan penurunan angka kemiskinan tersebut bisa terjadi berkat adanya berbagai upaya pemberdayaan yang dijalankan Yayasan Damandiri melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari di berbagai bidang. Baik itu di bidang pendidikan kesehatan lingkungan maupun ekonomi.

Perlu diketahui Desa Cerdas Mandiri Lestari merupakan sebuah program pemberdayaan di tingkat desa yang dijalankan Yayasan Damandiri untuk mengentaskan kemiskinan. Prinsip Desa Mandiri Lestari adalah melakukan pembangunan dan pemberdayaan melalui gotong-royong dengan memaksimalkan berbagai potensi yang ada. Tak hanya didukung dan diperkuat, perekonomian masyarakat desa juga terus didorong agar bisa mandiri. Salah satunya dengan memusatkan seluruh kegiatan melalui koperasi.

Di bidang lingkungan, Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit sebagai penggerak program Desa Cerdas Mandiri Lestari, sekaligus kepanjangan tangan dari Yayasan Damandiri di Desa Krambilsawit, tercatat telah melaksanakan program Bedah Rumah bagi sebanyak 14 KK kurang mampu, dengan total anggaran mencapai Rp350juta.

Sepanjang 2-3 tahun terakhir, sebanyak 14 rumah warga tidak layak huni, tercatat telah direnovasi dengan anggaran senilai Rp15-25juta per KK. Tak hanya direnovasi tempat tinggalnya, melalui program ini pula setiap KK penerima bantuan juga dibuatkan warung usaha, untuk menopang perekonomian mereka. Yakni dengan pemberian modal usaha warung senilai Rp5juta per KK.

Selain program bedah rumah, Yayasan Damandiri, juga tercatat telah berupaya memperbaiki kondisi lingkungan rumah warga miskin di Desa Krambilsawit melalui program Lantainisasi dan Jambaninsasi. Jumlah warga penerima bantuan program ini pun tak tanggung-tanggung.

Selama 2-3 tahun terakhir, tercatat ada sebanyak 256 KK, menerima bantuan Lantainisasi dengan anggaran mencapai Rp429juta. Serta sebanyak 194 KK menerima bantuan Jambaninsasi dengan anggaran mencapai Rp97juta. Mayoritas dari mereka merupakan warga miskin yang selama ini belum tersentuh program bantuan dari pemerintah.

Sementara itu, di bidang kesehatan, Yayasan Damandiri, selama ini juga telah berupaya meningkatkan kualitas layanan Posyandu sebagai garda terdepan penanganan kesehatan masyarakat. Yakni dengan memberikan bantuan alat kesehatan posyandu senilai Rp11,250 juta.

Sedikitnya sebanyak 9 posyandu yang tersebar di 9 dusun Desa Krambilsawit, diberikan bantuan perlengkapan alat kesehatan seperti timbangan digital, hingga alat pengukur tinggi badan.

Para kader posyandu juga ditingkatkan kemampuan sekaligus kualitas SDM-nya dengan diikutkan sejumlah diklat pelatihan. Untuk menopang gizi warga, baik lansia maupun balita, sejumlah bantuan makanan tambahan juga diberikan di setiap pertemuan kegiatan.

Sedangkan di bidang pendidikan, Yayasan Damandiri, juga aktif melakukan upaya pembedayaan untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat. Sebanyak 9 Taman Kanak-Kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Kelompok Belajar (KB) diberikan bantuan berupa penambahan Alat Peraga Edukatif (APE) luar dan dalam, untuk menopang kegiatan belajar mengajar.

Total anggaran program ini tercatat mencapai Rp19juta. Jumlah tersebut belum termasuk program bantuan beasiswa senilai Rp5,7 juta yang diberikan bagi sebanyak 19 siswa miskin.

Sementara itu di bidang ekonomi, sejumlah program pemberdayaan juga dijalankan secara konsisten sejak tahun 2018 lalu. Diantaranya dengan membentuk unit usaha koperasi berupa simpan pinjam Tabur Puja atau Modal Kita, yang berfungsi sebagai sumber akses permodalan bagi warga di desa Krambilsawit yang memang mayoritas didominasi oleh para pedagang yang tersebar di berbagai daerah.

Menerima gelontoran anggaran dari yayasan Damandiri senilai Rp2,97 milyar pada 2018 lalu, Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit hingga periode tahun 2020 ini tercatat telah mampu menyalurkan dana pinjaman modal usaha hingga mencapai Rp4,741 milyar. Atau berkembang sekitar 37 persen dari dana awal yang digelontorkan.

Jumlah warga desa anggota koperasi sekaligus pelaku UKM yang mengakses pinjaman modal usaha ini juga tercatat meningkat hingga 400 persen dari saat awal program Desa Cerdas Mandiri Lestari dicanangkan. Yakni dari 315 orang pada tahun 2018 menjadi 1.258 orang pada tahun 2020 ini.

Lihat juga...