Dapur Umum Posko Pengungsian di Lembata Tergenang Banjir

Editor: Makmun Hidayat

LEWOLEBA — Hujan yang mengguyur Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat lokasi pengungsian di posko utama di bekas kantor Bupati Lembata yang menampung warga yang dievakuai akibat erupsi Gunung Api Ile Lewotolok tergenang air.

Petugas Tagana dan BPBD Lembata terpaksa harus pontang-ponting mengamankan makanan yang sedang dimasak di atas tungku yang terbuat dari batu yang diletakkan di atas tanah yang beratap terpal di belakang kantor yang dijadikam lokasi dapur umum.

“Kami tetap melaksanakan tugas sebagai Tagana dalam membuka dapur umum meskipun dalam kondisi banjir,” kata Syukur, Kepala Dapur Umum Posko Pengungsi Utama di bekas kantor Bupati Lembata, kepada Cendana News, Rabu (2/12/2020).

Kepala Dapur Umum Posko Pengungsi Utama di bekas Kantor Bupati Lembata, Syukur saat temui, Rabu (2/12/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Syukur menyebutkan, dapur umum hanya beralaskan terpal dan tungku untuk memasak berada di tanah antara dua gedung sehingga saat hujan air tergenang sehingga petugas harus menyapu air agar tidak menggenangi tungku.

Menurutnya, hujan yang deras membuat air dengan cepat menggenangi lokasi dapur umum yang hanya beratapkan terpal sehingga petugas harus gesit membendung agar air yang tergenang tidak merendami tungku dan menyebabkan api padam.

“Kita sedang berupaya agar dapur umum bisa dipindahkan mengingat apabila terjadi hujan maka kami kesulitan untuk memasak makanan bagi para pengungsi yang ada di posko utama,” sebutnya.

Salah seorang petugas dapur umum dari BPBD Lembata, Erni Tolok mengatakan situasi memang tidak memungkinkan tetapi petugas dapur umum tetap berupaya memasak di tengah kondisi hujan deras dan banjir.

Lihat juga...