Desa Cerdas Mandiri Lestari Turunkan Angka Kemiskinan di Trirenggo

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Sejak dicanangkan pada 2017, program Desa Cerdas Mandiri Lestari di desa Trirenggo, kabupaten Bantul, mampu menurunkan angka kemiskinan di desa tersebut sebesar 29 persen. Berbagai upaya pemberdayaan juga menunjukkan hasil signifikan, antara lain dengan meningkatnya jumlah pelaku usaha kecil menengah yang ditopang oleh koperasi sebagai motor penggeraknya.

Desa Cerdas Mandiri Lestari merupakan program pemberdayaan berbasis desa yang diinisiasi oleh Yayasan Damandiri. Semangat program pemberdayaan ini merupakan upaya meneruskan cita-cita luhur pendiri yayasan, HM Soeharto, yakni menyejahterakan semua masyarakat di desa.

Sejak dicanangkan pertama kali pada 2017, Desa Cerdas Mandiri Lestari sudah terbentuk di 11 desa. Tersebar di sejumlah kabupaten di DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, bahkan hingga Nusa Tenggara Barat. Program ini menargetkan semua desa penerima program mampu mandiri dalam waktu tiga tahun.

Manajer Umum KUD Gemah Ripah, Trirenggo, Bantul, Ambyah, -Foto: Jatmika H Kusmargana

Kendati berbagai kendala telah menyebabkan tidak semua desa mampu mencapai target tersebut, namun program Desa Cerdas Mandiri Lestari diakui oleh pengelola program di tingkat desa mampu memberikan kemajuan signifikan.

Manajer Umum KUD Gemah Ripah, H Ambyah, sebagai pelaksana program Desa Cerdas Mandiri Lestari di desa Trirenggo, Bantul, Yogyakarta, mengatakan berbagai sub program pemberdayaan meliputi bidang ekonomi, pendidikan, ekonomi, agama dan budaya, telah memberikan kemajuan luar biasa.

Ia merinci, setidaknya terdapat 13 lebih program pemberdayaan di berbagai bidang dengan total anggaran Rp1,7 miliar lebih, yang telah digelontorkan ke masyarakat desa.

Sejumlah program pemberdayaan tersebut, antara lain adalah program Bedah Rumah dengan anggaran mencapai Rp375.950.000 yang diberikan kepada 15 KK kurang mampu. Program Lantainisasi dengan anggaran mencapai Rp551.500.000, diberikan kepada 341 KK penerima. Serta program jambanisasi dengan anggaran mencapai Rp36.000.000 yang diberikan kepada 18 KK penerima.

Program pemberdayaan di sektor kesehatan serta lingkungan hidup juga terus berlanjut.

KUD Gemah Ripah Trirenggo selaku pelaksana program Desa Cedas Mandiri Lestari, juga telah menyalurkan bantuan program pengadaan Sarana Air Bersih dengan anggaran mencapai Rp40.000.000 di 8 titik lokasi.

Sementara itu di sektor pendidikan dan kesehatan, KUD Gemah Ripah Trirenggo juga telah menyalurkan sejumlah program bantuan selama beberapa tahun terakhir. Di antaranya menyalurkan 6 paket Alat Peraga Edukasi (APE) ke sebanyak 6 PAUD dan TK, dengan anggaran mencapai Rp4.838.500, dan melakukan renovasi Gedung PAUD dengan anggaran mencapai Rp55.000.000.

Juga menyelenggarakan pelatihan guna meningkatkan kapasitas SDM bagi ratusan guru PAUD, BKB, Perindustrian, Keagamaan, Pertanian, Posyandu, Kesenian dan Olah Raga, dengan anggaran mencapai Rp225.950.000.

Kemudian, menyalurkan program pemberian makanan tambahan bagi 17 Posyandu dengan anggaran mencapai Rp4.950.000, hingga memberikan bantuan berupa alat kesehatan bagi 6 posyandu, dengan anggaran mencapai Rp6.000.000.

Di bidang sosial dan perekonomian, KUD Gemah Ripah sebagai kepanjangan tangan Yayasan Damandiri juga telah menjalankan berbagai program pemberdayaan, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Yakni, menyalurkan bantuan sembako ke 721 penerima dengan anggaran mencapai Rp72.100.000, menyalurkan Bantuan Sosial Tunai bagi 467 penerima dengan anggaran mencapai Rp93.400.000. Hingga menyalurkan program Gerobak Rakyat senilai Rp12.000.000 kepada 15 KK penerima.

Tak sekadar menyusun dan melaksanakan berbagai program pemberdayaan, kata Ambyah, KUD Gemah Ripah sebagai motor penggerak ekonomi desa juga memiliki sejumlah unit usaha. Antara lain unit Simpan Pinjam Tabur Puja/Modal Kita sebagai sumber akses modal bagi warga kurang mampu pelaku usaha mikro, serta pusat grosir Warung Kita sebagai penyuplai kebutuhan para pelaku usaha di tingkat desa.

Dengan gelontoran modal awal dari Yayasan Damandiri senilai Rp250.000.000, unit usaha Warung Damandiri (Warung Kita) KUD Trirenggo mengalami perkembangan cukup baik. Tak hanya berkontribusi menyediakan lapangan kerja baru, unit usaha ini juga turut membantu pelaku usaha kecil mikro dalam mendapatkan bahan baku kebutuhan usaha dengan harga murah.

“Selama kurang lebih tiga tahun berjalan, omzet yang dimiliki unit usaha Warung Kita Trirenggo saat ini telah mencapai Rp311.848.570,” kata Ambyah.

Ambyah mengakui, capaian unit usaha Warung Kita tersebut masih belum maksimal. Hal itu disebabkan adanya sejumlah kendala, termasuk dampak pandemi Covid-19 sejak 10 bulan terakhir.

Sedangkan unit usaha simpan pinjam Modal Kita tercatat mengalami perkembangan luar biasa pesat.

Menurut Ambyah, selama kurang lebih 4 tahun berjalan, unit ini telah memiliki 1.519 anggota atau nasabah. Dana yang dikelola KUD Gemah Ripah melalui unit usaha Modal Kita bahkan terus mengalami peningkatan. Dari modal awal senilai Rp300.000.000, saat ini jumlah guliran dana yang disalurkan telah mencapai Rp1.900.000.000.

Keberadaan dua unit usaha KUD Gemah Ripah, dengan didukung berbagai program pemberdayaan yang dijalankan selama beberapa tahun terakhir, terbukti mampu mendorong munculnya UKM- UKM baru di desa Trirenggo. Jika saat awal pencanangan program Desa Cerdas Mandiri Lestari jumlah pelaku usaha hanya 110 orang, saat ini jumlahnya telah meningkat dua kali lipat, yakni 211 orang.

Berkat program Desa Cerdas Mandiri Lestari Yayasan Damandiri ini, kata Ambyah, indeks kemiskinan di desa Trirenggo juga makin menurun. Ambyah mengklaim, jumlah warga miskin di desa Trirenggo selama beberapa tahun terakhir turun dari semula 1.773 KK menjadi 1.260 KK di 2020 ini.

“Jika dipersentasekan, target program Desa Cerdas Mandiri Lestari Yayasan Damandiri di desa Trirenggo sampai saat ini telah tercapai sekitar 60 persen. Salah satu kendala atau tantangan yang dihadapi tentu adalah pandemi Covid-19 selama beberapa bulan terakhir. Karena itu, kita merasa masih perlu mendapatkan pendampingan lebih lanjut dari Yayasan Damandiri,” pungkas Ambyah.

Lihat juga...