Desa Peduli Gambut Berperan dalam SDGs

JAKARTA — Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead menyatakan, Desa Peduli Gambut berperan dalam pemenuhan SDGs berbasis desa yakni dalam peningkatan ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan desa-desa.

“Pendekatan restorasi berbasis desa, sudah masuk RPJMN 2020-2024 dan desa mandiri peduli gambut terintegrasi dalam kesatuan hidrologis gambut,” ucap Nazir melalui keterangannya di Jakarta, Selasa (8/12/2020).

Pendekatan restorasi ini, tambahnya, menggunakan pendekatan 3R, yaitu rewetting (pembasahan kembali), revegatation (revegetasi), dan revitalization of livelihood (revitalisasi mata pencaharian masyarakat).

Berdasarkan data, saat ini sudah ada 626 Desa Peduli gambut yang telah dibangun bersama mitra restorasi.

“Capaian ini melebihi target dengan pendanaan APBN dan mitra-mitra restorasi,” ujarnya dalam webinar nasional untuk membahas peran Desa Peduli Gambut dalam Kerangka Pemenuhan Indikator Sustainable Development Goals (SDGs).

Meski demikian, lanjutnya, kerja sama dengan sektor swasta harus dilakukan dengan berbagai pihak termasuk pemerintah provinsi kabupaten kota dan masyarakat di tingkat tapak.

Sementara itu, Staf Ahi Menteri Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Suprapedi mengatakan, pembangunan yang berfokus pada desa menggunakan strategi dan konsep menuju SDGs.

Khusus untuk desa di areal gambut, tambahnya perlu ada data mengenai tingkat kemiskinan warga sesuai alamatnya, termasuk di dalamnya informasi kemiskinan di area gambut yang terdegradasi.