Di Kabupaten Jepara Selama 2020 Tindak Kejahatan Didominasi Penyalahgunaan Narkoba

Ilustrasi. sabu-sabu barang bukti hasil sitaan Polres Jepara, Jawa Tengah – Foto Ant

JEPARA – Kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba), mendominasi tindak kejahatan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, selama 2020.

“Kejahatan narkoba selama 2020 jumlahnya mencapai 47 kasus, dengan tersangka sebanyak 59 orang,” kata Kapolres Jepara, AKBP Aris Tri Yunarko, dalam jumpa pers akhir tahun di Aula Endra Dharmalaksana Polres Jepara, Rabu (30/12/2020).

Barang bukti yang disita antara lain, 106 paket sabu-sabu, 39.963 butir obat, dan 46,52 gram ganja. Jumlah kasus narkoba yang berhasil diungkap tahun ini, lebih tinggi dibandingkan dengan kejadian di 2019, yang tercatat hanya ada 36 kasus dengan jumlah tersangka 40 orang.

Sedangkan barang bukti yang diamankan berupa pada tahun lalu sebanyak, 76 paket sabu-sabu dan 4.178 butir obat-obatan terlarang. Kasus penyalahgunaan narkoba tersebut, didominasi di Kecamatan Kota Jepara dengan jumlah 13 kasus, disusul Kecamatan Tahunan 10 kasus. Kemudian untuk tindak kejahatan terbanyak kedua adalah kasus penggelapan yang mencapai 40 kasus, disusul kasus pencurian kendaraan bermotor 39 kasus.

Untuk kasus pencabulan, di Kabupaten Jepara juga tinggi karena mencapai 35 kasus dan 27 kasus di antaranya bisa diselesaikan. Kasus pencurian dengan pemberatan mencapai 27 kasus, dan pencurian dengan kekerasan 12 kasus.

Selebihnya kasus pengeroyokan, penganiayaan, perzinaan, pemalsuan, penipuan, pembunuhan, dan perjudian dengan jumlah masing-masing bervariasi. “Jika dijumlahkan, kasus kejahatan konvensional di 2020 mengalami penurunan, karena jumlahnya hanya 279 kasus, sedangkan tahun sebelumnya mencapai 282 kasus. Penyelesaian kasusnya pada Tahun 2020 mencapai 206 kasus atau 73,83 persen, sedangkan Tahun 2019 hanya 185 kasus atau 65,6 persen,” ujarnya.

Kasus pelanggaran hukum selama 2020 terjadi penurunan, karena jumlahnya 32 kasus, sedangkan pada 2019 mencapai 122 kasus. Untuk gangguan terhadap ketenteraman dan ketertiban selama 2020 nihil, demikian halnya untuk bencana alam.

Kejahatan lainnya yang menjadi perhatian, yakni kejahatan terhadap kekayaan negara. Di sepanjang 2020, tercatat ada 16 laporan dan 12 laporan di antaranya sudah terselesaikan. “Jumlah kejahatan terhadap kekayaan negara tersebut, terjadi kenaikan jika dibandingkan 2019, yang tercatat hanya ada sembilan laporan dan tujuh laporan di antaranya terselesaikan,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...