Di Malam Tahun Baru, Polda Metro Tutup Total Sejumlah Jalan

Suasana pesta kembang api berlangsung dalam malam pergantian tahun di kawasan Bundaran hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (1/1/2020) – Foto Dok Ant

JAKARTA – Petugas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, menutup total sejumlah ruas jalan di Jakarta pada saat malam Tahun Baru. Penutupan dilakukan bagi kendaraan maupun pejalan kaki, guna mencegah terjadinya kerumunan massa di masa pandemi COVID-19.

“Direncanakan nanti malam Tahun Baru, dan kita konsepkan lebih detail lagi akan ada car free night bahkan crowd free night. Artinya di jalan Sudirman-Thamrin, kita rencanakan tidak boleh dilewati kendaraan dan tidak boleh dilewati manusia,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yogo, Senin (28/12/2020).

Sambodo menjelaskan, rencana penutupan total jalanan Ibu Kota Jakarta tersebut karena konsep car free night tetap berpotensi menimbulkan kerumunan massa. “Jadi tidak hanya kendaraan, tetapi juga orang yang bersepeda, berjalan dan sebagainya tidak boleh. Ada beberapa titik yang nanti akan kita jaga. Karena pengalaman selama ini, meskipun ada car free night, orang kemudian naik sepeda dan segala macam akhirnya menimbulkan kerumunan,” tambahnya.

Terkait durasi penutupan jalan tersebut, Sambodo mengatakan, rencana awalnya penutupan akan dimulai pukul 20.00 WIB. Mengenai kapan jalan akan dibuka kembali, Sambodo mengatakan hal itu masih dalam pembahasan dengan pihak terkait.

“Kemungkinan dari pukul 20.00 WIB sampai pagi apakah sampai pukul 3, 4 atau 6 di 1 (Januari) itu, nanti akan kita bicarakan detailnya dengan instansi terkait, PHRI atau pengusaha hotel, tempat umum yang ada di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin,” ungkap Sambodo.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, juga akan melakukan penyekatan di rute yang menjadi akses masuk Jakarta, saat malam Tahun Baru. Hal itu untuk mencegah terjadinya kerumunan massa di Ibu Kota. Penyekatan akan dilakukan antara lain di pintu masuk Jakarta, perbatasan Bekasi-Jakarta, Depok-Jakarta, Tangerang-Jakarta.

Sambodo menjelaskan, tujuan penyekatan itu adalah untuk menghalau konvoi atau arak-arakan massa yang hendak menuju Ibu Kota untuk merayakan Tahun Baru. “Supaya yang konvoi-konvoi yang mau masuk Jakarta dari wilayah tersebut itu bisa kita putar balik supaya mereka tidak masuk Jakarta,” ujarnya.

Polda Metro Jaya menegaskan, tidak menerbitkan surat izin keramaian untuk perayaan Tahun Baru 2021, sesuai dengan protokol kesehatan yang melarang kerumunan massa selama masa pandemi COVID-19. “Kita pastikan bahwa segala bentuk keramaian, perizinan untuk malam Tahun baru misalnya tidak akan dikeluarkan oleh Polda Metro Jaya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.

Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan pengelola kawasan wisata, seperti Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah, untuk meniadakan kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan massa pada malam pergantian tahun. “Contoh seperti Ancol, jam 5 sore sudah ditutup, kemudian Taman Mini juga sama, jadi segala bentuk yang sifatnya membuat kerumunan ini tidak diperbolehkan,” tambahnya.

Pemerintah memutuskan, melarang kerumunan dan perayaan Tahun Baru 2021 di tempat umum sebagai upaya mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19. Keputusan itu diambil dalam Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali secara virtual, Senin (14/12/2020) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam kesempatan tersebut, Luhut meminta, implementasi pengetatan dapat dimulai pada 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. (Ant)

Lihat juga...