Di Tengah Pandemi Guru Dituntut Inovatif

Editor: Koko Triarko

Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Negri Pembina Wates, Kulon Progo, Yogyakarta, RR Istikomah. –Foto: Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA – Pelaksanaan belajar mengajar secara online selama masa pandemi, dinilai menjadi tantangan besar bagi setiap guru atau tenaga pendidik agar dapat terus meningkatkan kapasitasnya. Hal itu tak lepas karena proses belajar mengajar online mengakibatkan komunikasi dan interaksi dua arah antara seorang guru dengan murid menjadi sangat terbatas. Tanpa adanya inovasi dan terobosan baru dari seorang guru, proses pembelajaran dinilai tak akan berjalan maksimal. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Negeri Pembina Wates, Kulon Progo, RR Istikomah Aguswati, belum lama ini.

Isti menyebut, seorang guru mestinya harus selalu aktif meningkatkan kualitas dan kapasitasnya, dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan secara daring di tengah kesibukannya.

“Selama masa pandemi ini kan banyak sekali seminar-seminar secara online melalui webinar. Guru mestinya harus selalu mengikuti kegiatan semacam itu. Agar pengetahuan maupun kreativitasnya makin meningkat. Misalnya, mengikuti webinar tentang trik menghadapi pembelajaran secara online dan sebagainya,” katanya.

Dengan pengetahuan yang dimiliki, seorang guru mestinya bisa menciptakan metode-metode pembelajaran baru yang lebih efektif untuk diterapkan pada siswa, dalam hal penyampaian materi pembelajaran. Dengan begitu, kendala pembelajaran secara online seperti keterbatasan komunikasi dan interaksi antara guru dan murid bisa diminimalisir.

“Selain guru, orang tua siswa mestinya juga harus memiliki pengetahuan-pengetahuan dasar dalam mengajar. Karena di masa pandemi dengan sistem Belajar Dari Rumah (BDR) seperti sekarang ini, orang tualah yang menjadi ujung tombak. Yakni, sebagai pendamping siswa di rumah menggantikan peran guru di sekolah,” katanya.

Sebagai kepala sekolah, Istikomah sendiri mengaku terus mendorong seluruh guru yang berada di bawah naungannya, untuk bisa aktif mengikuti seminar-seminar online. Yakni, dengan cara membagikan informasi mengenai pelaksanaan seminar online kepada mereka.

Tak hanya itu, pihak sekolah dikatakan juga selalu terbuka menerima konsultasi dari para orang tua. Misalnya, dalam hal bagaimana menyampaikan materi pelajaran kepada anak, kiat-kiat agar anak bisa menerima materi pelajaran dengan baik dan sebagainya.

“Salah satu contoh persoalan yang kerap muncul itu biasanya orang tua tidak sabar ketika mendampingi belajar si anak. Karena itu, kita sampaikan agar para orang tua agar bisa lebih bersabar. Misalnya, dengan menunggu mood si anak terlebih dahulu, dan sebagainya,” pungkasnya.

Lihat juga...