Diduga Terlibat Jaringan Narkotika, Oknum Polisi Dibekuk BNNP Jateng

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Oknum polisi Brigadir DWS ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, atas pengembangan dari pengungkapan pengiriman 500 gram sabu-sabu dari Jakarta.

Anggota Polres Wonosobo tersebut, diduga terkait dengan jaringan pengedar narkotika, setelah pihak berwajib sebelumnya berhasil menangkap seorang kurir berinisial HS (35) dari Jakarta, saat turun dari bus di terminal Solo.

“Jadi awalnya kita mendapat informasi akan ada kurir dari Jakarta, yang membawa narkotika. Kemudian dilakukan pengintaian dan penyergapan, saat kurir tersebut turun dari bus. Saat digeledah, HS ini kedapatan membawa 500 gram sabu,” papar Kepala BNNP Jateng, Brigjen Benny Gunawan, di sela gelar perkara di Kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro Semarang, Kamis (17/12/2020).

Dari penangkapan kurir tersebut, kemudian dikembangkan. Hasilnya, narkotika tersebut sedianya akan diantarkan ke tersangka oknum polisi, DWS yang berdomisili di Kabupaten Sukoharjo.

“Setelah diselidiki, ternyata DWS ini merupakan oknum polisi yang bertugas di Polres Wonosobo. Tim kemudian meluncur ke Wonosobo dan menangkapnya. Setelah menangkap keduanya dan berdasarkan pengembangan, tim gabungan kembali menangkap tersangka lain, HCA, yang masih satu jaringan dalam mengedarkan narkoba,” jelas Benny.

Dari pendalaman, ternyata DWS tersebut tidak hanya menjadi pemakai, namun juga pengedar. Rencananya, sabu-sabu tersebut setelah diterima akan dipecah untuk diedarkan kembali.

Sementara, Direktur Reserse Narkotika Polda Jateng, Kombes Agung Prasetyoko, mengatakan tersangka DWS sudah sekitar 10 tahun menggunakan narkotika. Dari awalnya sebagai pemakai, oknum polisi tersebut akhirnya menjadi pengedar.

Direktur Reserse Narkotika Polda Jateng, Kombes Agung Prasetyoko, mengajak seluruh pihak terkait, termasuk masyarakat, untuk tidak lelah ikut memerangi narkotika, dijumpai di sela gelar perkara di Kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro Semarang, Kamis (17/12/2020). Foto: Arixc Ardana

“Sanksi akan diberikan kepada oknum polisi, yang terbukti menjadi pengguna dan pengedar narkoba, baik sanksi pidana maupun disiplin dari kepolisian,” terangnya.

Di satu sisi, dirinya juga menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah lelah dan gentar, dalam upaya pemberantasan narkoba.

“Kita selalu mendukung dan bersinergi dengan berbagai pihak, dalam upaya mencegah peredaran dan pemberantasan narkoba. Apalagi, Jateng ini menjadi wilayah transit, termasuk pangsa pasar peredaran narkoba karena jumlah penduduknya yang besar,” tambahnya.

Pihaknya pun mengajak seluruh pihak terkait, termasuk dari masyarakat untuk tidak lelah, dalam memerangi peredaran narkotika.

Lihat juga...