Dinas Arahkan Perajin Tenun Khas Mentok Bidik Konsumen Menengah Bawah

Pemberian bantuan alat tenun bukan mesin sekaligus pelatihan cara penggunaan alat, sudah dilakukan kepada kelompok perajin dengan harapan akan mampu memangkas waktu proses produksi.

Pelatihan membuat bahan baku benang motif juga sudah dilakukan, agar para perajin bisa membuat sendiri dan tidak perlu lagi membeli bahan baku dari Palembang, Sumatra Selatan.

“Selain itu, kami bersama kawan-kawan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan saat ini sedang menyiapkan beberapa desain motif lokal, yang nantinya akan diaplikasi dalam kain yang berukuran lebih kecil dari ukuran standar,” katanya.

Beberapa desain baru yang sedang disiapkan itu nantinya akan digunakan untuk kebutuhan pembuatan syal, selendang, taplak meja, dan lainnya agar harga jual lebih terjangkau.

“Perkiraan kami nantinya bisa dijual antara Rp70.000 hingga Rp250.000 per lembar kain, dengan ukuran kecil sebagai buah tangan. Harga ini cukup terjangkau untuk kalangan menengah ke bawah,” katanya. (Ant)

Lihat juga...