Dinporabudpar Banyumas Lakukan Rapid Test Antigen di Lokawisata Baturaden

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANYUMAS — Dalam libur panjang Natal dan tahun baru (Nataru) tahun ini, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas malaksanakan rapid test antigen secara random kepada pengunjung. Langkah tersebut dikarenakan kuota yang tersedia terbatas sekaligus memastikan kesehatan wisatawan.

Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Wakhyono di Purwokerto, Minggu (27/12/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi).

Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar, Wakhyono mengatakan, pada hari pertama rapid test antigen kuota yang disediakan hanya untuk 100 orang. Hari ini kuota rapid test antigen ada untuk 140 orang.

“Untuk hari pertama, rapid test antigen dilaksakan di pintu masuk Lokawisata Baturaden sebanyak 100, dipergunakan 20 untuk petugas dan sisanya 80 untuk pengunjung. Sedangkan hari ini, ada kuota untuk 140 orang, pelaksanaannya dipindah ke hutan pinus Limpakuwus, masih dalam satu kawasan wisata Baturaden,” terangnya, Minggu (27/12/2020).

Lebih lanjut Wakhyono menjelaskan, rapid test antigen ini sudah dijadwalkan oleh Pemprov Jawa Tengah dan semua anggaran juga dari pemprov. Untuk Kabupaten Banyumas mendapatkan jatah dua hari dan dilaksanakan di kawasan wisata Baturaden.

Sehingga, lanjutnya, untuk libur panjang akhir tahun nanti sudah tidak ada lagi rapid test antigen untuk wisatawan.

Meskipun pelaksanaan rapid test antigen gratis, namun masih tetap ada pengunjung yang menolak. Kerena ketentuannya memang tidak untuk semua pengunjung, maka petugas mencari pengunjung yang mau melakukannya.

Terkait tingkat kunjungan wisata pada libur akhir pekan ini, Wakhyono mengatakan, jumlahnya tidak terlalu banyak. Pada hari Sabtu kemarin saja hanya mencapai angka 965 orang. Untuk hari Minggu ini, kemungkinan jumlah kunjungan bertambah.

“Sepanjang cuaca hari ini cerah dan tidak hujan, kemungkinan kunjungan wisatawan ke Lokawisata Baturaden bisa menembus 1.000 orang lebih, karena faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap tingkat kunjungan,” katanya.

Sementara itu, salah satu pengunjung di kawasan wisata Baturaden, Suwanto mengatakan, ia menjalani rapid test antigen sebelum masuk ke wisata hutan pinus Limpakuwus, Baturaden. Ia mengaku tidak keberatan dan justru menganggap sebagai kesempatan bagus memeriksakan kondisi kesehatan.

“Rapid test nya kan gratis, jadi harus dimanfaatkan, untuk memastikan kita terpapar Covid-19 atau tidak, karena jika melakukan rapid test antigen sendiri ada biayanya,” tuturnya.

Lihat juga...