Dolar AS Jatuh pada Akhir Perdagangan Jumat Pagi

Ilustrasi: Dolar AS dan mata uang utama lainnya, euro -Ant/Reuters

NEW YORK – Dolar jatuh ke terendah dalam lebih dari dua tahun terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), ketika anggota parlemen AS berselisih tentang detail stimulus, sementara Bitcoin naik ke rekor tertinggi, di tengah melonjaknya minat dari investor-investor yang lebih besar.

Negosiasi di Kongres AS mengenai rincian akhir dari RUU bantuan Covid-19 senilai 900 miliar dolar AS, dapat molor hingga akhir pekan, kebuntuan RUU pengeluaran sementara untuk mencegah penutupan pemerintah juga membayangi, Pemimpin Mayoritas Senat Republik Mitch McConnell mengatakan pada Kamis (17/12/2020).

“Kami sedang menghadapi refleksi global,” kata Axel Merk, presiden dan kepala investasi di Merk Investments di Palo Alto, California, mencatat investor menjual dolar untuk membeli aset-aset lain.

“Itulah tema yang kami miliki, dan jika ada itu makin cepat,” kata Merk.

Indeks dolar jatuh ke serendah 89,723 terhadap sekeranjang mata uang pada Kamis (17/12/2020), menembus di bawah 90 untuk pertama kalinya sejak April 2018, dan terakhir turun 0,50 persen pada 89,795.

Ketika aksi jual dolar berlanjut, banyak investor menempatkan fokus mereka pada Bitcoin, yang melonjak 10,5 persen ke rekor tertinggi 23.777 dolar, membawa keuntungannya tahun ini melewati 220 persen. Bitcoin terakhir naik 5,0 persen pada 22.414 dolar.

Reli dalam mata uang kripto kalangan atas dunia, didukung oleh permintaan dari para investor yang lebih besar yang tertarik pada potensinya untuk mendapatkan keuntungan cepat dan kualitas lindung nilai inflasi yang dirasakan.

Lihat juga...