Dolar AS Menguat di Tengah Pengetatan Penguncian

Dolar mata uang Amerika Serikat - Foto: ANTARA

TOKYO – Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada Senin pagi, karena para investor beralih ke mata uang relatif aman (safe haven), ketika banyak negara memperketat penguncian untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

Sterling menderita penurunan terbesar dalam perdagangan awal Asia, setelah Inggris memberlakukan pembatasan baru yang keras untuk membendung jenis baru virus Corona yang menyebar cepat.

Sementara Inggris mengatakan, Uni Eropa harus mengubah posisi setelah negosiator Brexit gagal menemukan kesepakatan pada akhir pekan, meningkatkan risiko Inggris tersingkir dari orbit blok perdagangan pada pergantian tahun tanpa kesepakatan.

Sentimen negatif membayangi kesepakatan akhir pekan di antara para pemimpin kongres AS, untuk paket bantuan virus Corona senilai 900 miliar dolar AS.

Pound sterling kehilangan 1,1 persen menjadi 1,3381 dolar sebelum diperdagangkan pada 1,3400 dolar. Euro melemah 0,4 persen menjadi 1,22135 dolar.

“Berita penguncian dan kebuntuan di Brexit membuat pasar gugup,” kata Rodrigo Catril, ahli strategi mata uang senior National Australia Bank di Sydney.

“Penguatan dolar sebagian besar didorong oleh pergerakan yang lebih rendah dalam pound sterling.”

Rebound dolar terjadi setelah merosot ke posisi terendah 2,5 tahun terhadap mata uang utama lainnya pekan lalu, didorong optimisme bahwa peluncuran vaksin yang makin meluas akan menghidupkan kembali pertumbuhan global.

Lihat juga...