Dolar Menyusut Saat Sterling Menguat Jelang Libur Natal

Dolar mata uang Amerika Serikat - Foto: ANTARA

Sterling juga naik ke puncak tiga minggu terhadap euro di 89,54 pence. Euro terakhir turun 0,4 persen terhadap sterling pada 89,95 pence.

“Dari apa yang kita ketahui selama ini, (kesepakatan perdagangan) ini hanya cukup untuk menghindari skenario penurunan tajam tiba-tiba dan menjaga barang-barang dari antrean di perbatasan, tetapi ini bukan kesepakatan perdagangan yang luas yang mencakup jasa,” kata Andreas Steno Larsen, kepala valas global dan ahli strategi harga di Nordea di Kopenhagen.

“Jadi ini adalah skenario yang baik untuk Inggris, tetapi mungkin tidak lebih dari itu, itulah mengapa sterling tidak benar-benar merayakan kesepakatan.”

Pasar mata uang juga tampaknya telah mengabaikan kritik Presiden Donald Trump terhadap paket bantuan fiskal yang sebelumnya disetujui di Kongres, yang dapat membuat RUU tersebut dalam ketidakpastian.

Partai Republik dan Demokrat di DPR AS pada Kamis (24/12/2020) memblokir upaya untuk mengubah paket bantuan virus Corona dan pengeluaran pemerintah senilai 2,3 triliun dolar AS, membuat statusnya diragukan setelah Trump menuntut perubahan ekstensif pada undang-undang tersebut.

Terhadap mata uang yang terkait dengan selera risiko yang lebih tinggi, dolar melemah. Dolar Australia naik 0,3 persen menjadi 0,7599 dolar AS, sedangkan dolar Selandia Baru naik 0,2 persen pada 0,7109 dolar AS. (Ant)

Lihat juga...