Dorong Produktivitas dan Efisiensi Industri Perikanan dengan Teknologi Digital

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Perkembangan teknologi yang dipercepat oleh hadirnya pandemi, telah menyebabkan perkembangan digitalisasi pada sektor industri perikanan. Tercatat, sudah ada sekitar 30 start up yang bergerak di bidang perikanan yang diharapkan mampu mendorong produktivitas dan efisiensi industri perikanan.

Founder dan CEO Minapoli, Rully Setya Purnama, menyatakan, masuknya teknologi dalam sektor perikanan memang sudah seharusnya.

“Tak bisa dipungkiri, digitalisasi sektor perikanan mampu memberikan banyak keuntungan. Yang pertama adalah meningkatnya produktivitas dan efisiensi,” kata Rully saat dihubungi, Selasa (22/12/2020).

Ia melanjutkan, keuntungan lainnya yang bisa didapat adalah kemampuan untuk mendapatkan target pasar yang lebih luas dan ideal. Karena digitalisasi memungkinkan produsen mencapai konsumen dalam skup yang luas dan waktu yang singkat.

“Selain itu, dengan digitalisasi, juga memudahkan proses evaluasi dan pengukuran hasil. Kalau sudah melakukan itu, artinya peluang memasuki bisnis yang lebih strategis akan lebih mudah dan pastinya akan membuka potensi keuntungan dan penjualan,” urainya.

Ia menyampaikan, menurut data, saat ini penduduk Indonesia mencapai 272,1 juta orang dengan pengguna telepon genggam mencapai 124 persen dari total populasi, yaitu 338,2 juta buah.

“Dan penetrasi internet mencapai 64 persen dari jumlah populasi. Indonesia juga mencatatkan 59 persen dari populasi aktif di media sosial,” urainya.

Data juga menunjukkan, bahwa dalam sehari, rerata penggunaan internet adalah 7 jam 59 menit dan penggunaan media sosial mencapai 3 jam 26 menit.

“Sehingga tidak salah, jika kita masuk ke dunia digital dan memanfaatkannya untuk menjadi bagian pengembangan bisnis cara baru. Yang sesuai dengan kondisi sekarang,” tandasnya.

Terkait digitalisasi sektor perikanan ini, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Safri Burhanuddin, menyatakan, harapannya agar bisa mendukung target Indonesia masuk sebagai peringkat 5 besar negara perikanan.

“Tantangan untuk meraih itu adalah bagaimana kita bisa meningkatkan nilai tambah produksi perikanan melalui inovasi teknologi dan pemasaran yang bagus,” ucapnya secara terpisah.

Ia juga mengharapkan, digitalisasi sektor perikanan ini akan bisa menambah jumlah startup yang akan membantu peningkatan produksi dan pemasaran.

“Berkembangnya usaha rintisan perikanan berbasis digital diharapkan mendorong inovasi teknologi untuk pemanfaatan sumber daya perikanan tangkap sesuai dengan kapasitas maksimum yang diperbolehkan (MSY), peningkatan produktivitas kelautan dan perikanan, pemanfaatan lahan budi daya perikanan secara optimal, serta integrasi tata ruang laut dan darat,” pungkasnya.

Lihat juga...