Drainase Tersumbat Sampah Akibatkan Banjir di Musim Hujan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Hujan deras yang melanda wilayah Bandar Lampung mengakibatkan sejumlah ruas jalan tergenang. Ruas jalan yang tergenang imbas saluran drainase dipenuhi sampah berada di wilayah Teluk Betung dan sekitarnya. Lokasi gudang lelang yang memiliki selokan mengalir ke laut meluap bersamaan dengan air laut yang pasang.

Rianti, salah satu pedagang ikan di pasar gudang lelang menyebut, hujan deras terjadi sejak siang hingga petang. Imbasnya sejumlah drainase yang tak bisa menampung air meluap hingga ke jalan.

Hujan deras berimbas genangan air pada sejumlah area gudang lelang, Teluk Betung, Bandar Lampung, sejumlah drainase tersumbat sampah jadi penyebab air selokan meluap. Rianti salah satu pedagang ikan terimbas lapak tergenang air, Rabu (2/12/2020) – Foto: Henk Widi

Sejumlah akses jalan terimbas luapan air drainase di antaranya meliputi Jalan Hasanudin, Jalan Malahayati, Jalan RE. Martadinata. Pengendara yang melintas memilih berhati-hati hindari lobang.

Sejumlah selokan yang terkena sedimentasi lumpur, sampah sebut Rianti berimbas banjir. Ketiadaan sumber resapan terutama oleh pembangunan sejumlah rumah berimbas air mengalir ke jalan raya.

Wilayah yang berada di dekat pantai sebutnya mendapat kiriman air dari sejumlah selokan. Hujan yang belum berhenti ditambah gelombang pasang berpotensi mengakibatkan perumahan terendam.

“Penurunan permukaan tanah imbas pendirian sejumlah bangunan ikut mendorong sebagian wilayah tergenang saat hujan deras, terlebih aktivitas membuang sampah di sungai dan selokan berpotensi mengakibatkan banjir,” terang Rianti saat ditemui Cendana News, Rabu petang (2/12/2020).

Upaya pembersihan sejumlah drainase dengan pengerukan memakai alat berat telah dilakukan. Namun imbas curah hujan tinggi berimbas drainase tidak mampu menampung air dari sejumlah selokan. Penutupan saluran drainase dengan penutup beton berimbas warga mengalami kesulitan melakukan pembersihan. Sebab penutup drainase dari beton harus diangkat memakai alat berat.

Pembersihan selokan yang dilakukan sebelum musim hujan jadi penyebab lancarnya drainase. Kondisi tersebut terjadi di sejumlah drainase di Kelurahan Sukarame, Bandar Lampung. Meski hujan deras melanda wilayah tersebut air mengalir dengan lancar ke sungai Prasanti. Hujan deras disertai angin kencang yang mematahkan sejumlah pohon tidak mengakibatkan drainase meluap.

Sodikin, salah satu warga sekaligus pekerja konstruksi di perumahan Prasanti menyebut, drainase telah diperdalam. Kedalaman drainase di sepanjang Jalan Pulau Sebesi sebutnya mencapai 2 meter lebih. Pembersihan sedimen pada sungai Prasanti dipergunakan sebagai penampung saluran dari sejumlah perumahan.

“Pembuatan embung pada area Universitas Islam Negeri Lampung dan kawasan golf sekaligus menjadi peresap air kala penghujan,” cetusnya.

Sebelumnya kawasan Jalan Pulau Sebesi kerap tergenang air kala penghujan. Namun pada sejumlah akses jalan perbatasan Desa Sabah Balau, Lampung Selatan dan Sukarame akses jalan selalu tergenang kala penghujan. Alih fungsi lahan sawah menjadi perumahan berimbas pada meluapnya air drainase hingga ke jalan kala penghujan.

Lihat juga...