Dua TPS di Batam Gelar PSU Pilkada

Pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020 di Kota Batam Kepri – Foto Ant

BATAM – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2020 Kota Batam dan Pilkada Provinsi Kepulauan Riau, akan digelar di dua TPS di Kota Batam, Minggu (13/12/2020).

Anggota Bawaslu Provinsi Kepri, Said Abdullah Dahlawi menyatakan, dua TPS yang menggelar PSU adalah, TPS 02 Kampung Seraya, Batuampar dan TPS 28 di Kelurahan Duriangkang Sei Beduk. PSU harus digelar, karena dalam pelaksanaan pilkada 9 Desember 2020, terdapat warga yang tidak berhak memilih, namun bisa mencoblos. Hal itulah yang membuat PSU harus dilakukan.

Di TPS 28 Kelurahan Duriangkang, akan digelar Pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur beserta Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Sedangkan di TPS 02 Batuampar untuk Pilkada Kota Batam. “Di TPS 28 Kelurahan Duriangkang, Kecamatan Sei Beduk, ditemukan ada pemilih tidak masuk dalam daftar pemilih ikut memberikan suaranya lebih dari satu orang,” kata dia.

Kemudian, di TPS 02 Kelurahan Batuampar, ditemukan lebih dari satu pemilih yang menggunakan haknya. Orang tersebut namanya tidak masuk dalam DPTB dan DPT. “Ber-KTP Batam atau tidak Batam, tidak boleh,” kata dia menegaskan.

Sementara itu, Lima kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau, tidak dapat menggunakan Sistem Rekapitulasi Pilkada SIREKAP, sehingga terpaksa menggunakan cara manual untuk merekapitulasi hasil penghitungan suara pilkada.

Anggota KPU Kepri, Widiyono Agung Sulistiyo, di Tanjungpinang menjelaskan, rekapitulasi dengan menggunakan SIREKAP tidak berjalan optimal, lantaran petugas tidak dapat mengakses sistem itu. Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Natuna, menggunakan rekapitulasi secara manual, setelah berulang kali gagal menggunakan SIREKAP. Permasalahan ini sudah disampaikan KPU kabupaten dan kota kepada KPU Kepri.

Solusi yang diberikan KPU RI, melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara secara manual. KPU RI sudah menyiapkan format rekapitulasi pada sistem exel, untuk mempermudah PPK melaksanakan tugas. “Ada daerah yang sama sekali tidak dapat mengakses SIREKAP, ada juga daerah yang bisa mengakses sistem itu, namun lambat. Kami sudah mengambil langkah-langkah agar rapat pleno rekapitulasi suara tetap berjalan dengan sistem manual,” ujarnya.

Agung mengatakan, dua kabupaten yang dapat mengakses SIREKAP yakni Kepulauan Anambas dan Lingga. Padahal dua daerah itu berapa di pulau-pulau, yang jauh dari pusat Pemerintahan Kepri di Tanjungpinang. “Alhamdulillah, KPU Anambas dan KPU Lingga dapat mengakses SIREKAP,” jelasnya.

Sebelumnya, KPU Kepri melakukan simulasi tingkat kabupaten dan kota dalam melaksanakan SIREKAP pada 21 November 2020 atau sehari setelah Debat Terbuka Pilkada Kepri. Dari hasil simulasi, Agung mengatakan, tidak menemukan permasalahan dalam SIREKAP, dan tingkat akurasi sistem ini mencapai 99,9 persen. Anggota KPU kabupaten dan kota beserta jajarannya juga sudah mengikuti bimbingan teknis SIREKAP. (Ant)

Lihat juga...