Dubes UE Sebut Potensi Perdagangan Maluku Belum Tergali

AMBON – Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket, mengatakan Provinsi Maluku dan Indonesia bagian timur pada umumnya memiliki potensi yang belum tergali untuk perdagangan dan investasi yang lebih besar dengan Eropa.

Dalam siaran pers yang diterima di Ambon, Kamis, Dubes Vincent menyatakan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) saat ini tengah dirundingkan.

“Nanti setelah dirampungkan, akan meningkatkan perdagangan dan memfasilitasi investasi bagi kedua belah pihak. Ini akan mampu menciptakan lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi.” Katanya.

Menurut dia, selama lebih dari 30 tahun, Uni Eropa telah bermitra dengan Indonesia untuk melaksanakan prioritas bersama, termasuk perdagangan dan investasi. Tahun lalu, Uni Eropa meluncurkan program lima tahun, yaitu ARISE+ Indonesia Trade Support Facility senilai 15 juta euro. Program ini memberikan dukungan teknis kepada pemerintah Indonesia dan perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan kapasitas ekspornya, dan memenuhi aturan dan standar perdagangan internasional.

”Termasuk dalam program ini adalah bantuan penanganan masalah Sanitary and Phythosanitary (SPS) di bidang perikanan dan pala, dua sektor penting di Provinsi Maluku,” katanya.

Vincent juga mengatakan, ikan dan udang merupakan komoditas ekspor terbesar Maluku. Pada periode Januari-Oktober 2020 nilai ekspornya mencapai 37,25 juta dolar AS, atau setara dengan 74,21 persen dari total ekspor provinsi ini.

Lihat juga...