Dukung Misi Pemelihara Perdamaian PBB, Menlu RI Dorong Kemitraan Global

JAKARTA — Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mendorong kemitraan global guna mendukung misi pemelihara perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang tugasnya semakin berat karena pandemi COVID-19.

“Pandemi COVID-19 menjadikan tugas pasukan pemelihara perdamaian PBB semakin kompleks. Pasukan perdamaian PBB saat ini juga diminta berkontribusi dalam penanganan pandemi,” ujar Retno seperti dikutip dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI yang dikeluarkan pada Selasa.

Pernyataan itu disampaikan Menlu RI pada sesi pembukaan pertemuan virtual Challenges Annual Forum (CAF) dengan tema “Framing Peace Operations in a Changing Global Landscape”, Senin (7/12).

Pertemuan juga dihadiri oleh menlu Norwegia dan under-secretary-general Departemen Operasi Perdamaian PBB (USGPO).

Menlu Retno menekankan pentingnya memastikan agar misi pemelihara perdamaian PBB responsif terhadap tantangan di lapangan yang selalu berubah.

Untuk itu, Menlu RI menekankan bahwa kemitraan merupakan kunci misi pemelihara perdamaian sebagai sebuah upaya kolektif dengan tanggung jawab bersama.

Dalam pertemuan tersebut, Menlu RI menekankan tiga hal penting yaitu, pertama, memastikan kembali dukungan seluruh pihak terhadap misi pemelihara perdamaian PBB.

Pasukan pemelihara perdamaian yang mendapat dukungan secara politis dan pendanaan, kata Retno, akan dapat menjalankan mandatnya secara efektif. Selain itu, juga dipandang penting untuk memastikan perlindungan kesehatan bagi personel pasukan pemelihara PBB pada masa pandemi saat ini.

Lihat juga...