Elephant Park Spot Edukasi Anak-anak di Bandar Lampung

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Dunia anak-anak yang diisi dengan bermain dan belajar membuat taman edukasi sangat penting. Elephant Park, salah satu spot untuk edukasi jadi pilihan bagi anak-anak di kota Bandar Lampung.

Terletak di Jalan Sriwijaya, taman tersebut kerap disebut taman gajah. Meski suasana pandemi, taman tetap dibuka dengan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Keberadaan Elephant Park yang menjadi ruang terbuka hijau menjadi tempat bagi anak-anak bermain. Sejumlah fasilitas untuk belajar dengan penyediaan permainan menggambar, sepeda mini, serta permainan lain menjadi spot menarik bagi anak-anak.

Hasan, salah satu orangtua menyebut Elephant Park masih jadi tempat untuk mengedukasi anak dengan beragam permainan.

Sejumlah permainan edukatif yang kerap cocok bagi anak usia TK di antaranya mewarnai, menyusun puzzle, bermain buih ,memancing. Bagi anak usia SD yang telah bisa membaca buku komunitas literasi kerap menggelar buku cerita bergambar. Tetap menerapkan protokol kesehatan anak-anak bisa menikmati suasana bermain sambil belajar di alam.

“Selama pandemi Covid-19 aktivitas di Elephant Park memang dibatasi namun penyediaan tempat cuci tangan portable,sabun serta kewajiban memakai masker menjadi kedisiplinan bagi warga yang ingin mengajak anak-anak bermain dan melakukan aktivitas bersama orangtua,” terang Hasan saat ditemui Cendana News, Kamis (31/12/2020).

Kesempatan untuk bermain mengajak anak anak sebut Hasan dilakukan pagi hingga siang. Sebab menghadapi akhir tahun 2020 dan tahun baru 2021 Elephant Park akan ditutup untuk kegiatan publik. Sesuai edaran Pemerintah Kota Bandar Lampung Elephant Park mulai akan ditutup sejak Kamis (31/12/2020) pukul 18.00 hingga Senin (4/1/2021).

Edwin (kiri) salah satu penyedia permainan edukatif bagi anak anak di Elephant Park,Enggal, Tanjung Karang,Bandar Lampung, Kamis (31/12/2020). -Foto Henk Widi

Mengajak anak-anaknya Hasan menyebut permainan edukatif sekaligus olahraga fisik juga dimanfaatkan. Permainan tersebut diantaranya becak mini yang bisa dikayuh seperti sepeda. Area bermain bagi anak-anak untuk memanjat jaring, ayunan dan permainan memancing ikan disediakan. Mengajak anak menikmati kegiatan di luar ruangan sebutnya jadi menghilangkan kebosanan.

“Selama masa belajar daring anak anak bosan, hanya memegang gawai sehingga aktivitas di luar sekali kali perlu dilakukan,” terang Hasan.

Edwin, penyedia permainan edukatif menangkap ikan menyebut selama pandemi Covid-19 Elephant Park masih buka. Lokasi yang ditumbuhi pohon rindang jenis sonokeling sebutnya menjadikan taman itu cocok bagi anak-anak. Ia menyediakan permainan menyerok ikan dengan jaring. Ikan warna warni jenis nila merah dan koi akan diserok oleh anak yang bermain.

Bagi anak-anak yang berhasil menyerok ikan lebih dari lima ekor, dua ekor boleh dibawa pulang. Bermain sepuasnya dengan tarif Rp15.000 tanpa dibatasi waktu, Edwin menyebut permainan itu melatih kesabaran anak. Menghitung jumlah ikan yang ada di kolam plastik sekaligus menjadi cara untuk mengedukasi anak-anak.

“Belajar berhitung langsung dengan objek benda kerap dilakukan oleh orangtua sekaligus mengajari anak cara menangkap ikan,” cetusnya.

Edukasi bagi anak-anak juga diberikan oleh komunitas literasi yang dilakukan sejumlah relawan. Buku buku bacaan disiapkan untuk anak anak didominasi buku bergambar. Nuranini, salah satu relawan menyebut membawa buku bacaan telah dilakukan sejak lama. Namun selama pandemi aktivitas dikurangi. Meski tetap menebar buku,protokol kesehatan tetap diutamakan.

Edukasi bagi anak-anak dalam menjaga kesehatan sebutnya cukup penting. Selain menyediakan buku bacaan bagi anak-anak edukasi menjaga kebersihan dengan pola hidup bersih dan sehat terus dilakukan. Kegiatan menebar buku bacaan bagi anak-anak dilakukan sepekan sekali dengan memanfaatkan sejumlah lokasi.

Lihat juga...